<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PC Guru - Share Our Knowledge Computer &#187; Linux Open Source</title>
	<atom:link href="http://pcguru.okihelfiska.net/category/software/operating-system/linux-open-source/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pcguru.okihelfiska.net</link>
	<description>Tutorial Komputer Untuk Semua !</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 12:39:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Merubah Kubuntu Jaunty Mirip Windows 7</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/07/merubah-kubuntu-jaunty-mirip-windows-7/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/07/merubah-kubuntu-jaunty-mirip-windows-7/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Triks]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[kubuntu jaunty]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Windows 7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/07/merubah-kubuntu-jaunty-mirip-windows-7/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya sudah menyampaikan informasi tentang Vistar7 – Windows 7 Transformation Pack untuk Ubuntu 9.04, nah sekarang kita coba untuk praktek Merubah Kubuntu Jaunty Mirip Windows 7.
Sebelum mencoba Merubah Kubuntu Jaunty Mirip Windows 7, ada hal yang sebaiknya anda baca dahulu :
1) Bahwa aplikasi ini tidak mempunyai hubungan dengan Microsoft khususnya Windows 7.
2) Artikel ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/06/kubuntuwin71.jpg"><img title="Kubuntu Vistart 7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="191" alt="Kubuntu Vistart 7" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/06/kubuntuwin71_thumb.jpg" width="260" align="left" border="0" /></a>Sebelumnya saya sudah menyampaikan informasi tentang <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/2009/06/vistar7-windows-7-transformation-pack-untuk-ubuntu-904/">Vistar7 – Windows 7 Transformation Pack untuk Ubuntu 9.04</a>, nah sekarang kita coba untuk praktek <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/2009/06/merubah-kubuntu-jaunty-mirip-windows-7/" rel="tag">Merubah Kubuntu Jaunty Mirip Windows 7</a>.</p>
<p align="justify">Sebelum mencoba <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/2009/06/merubah-kubuntu-jaunty-mirip-windows-7/" rel="tag">Merubah Kubuntu Jaunty Mirip Windows 7</a>, ada hal yang sebaiknya anda baca dahulu :</p>
<p align="justify">1) Bahwa aplikasi ini tidak mempunyai hubungan dengan Microsoft khususnya Windows 7.</p>
<p align="justify">2) Artikel ini dibuat bagi yang sudah bosan dengan tampilan linux, dan ingin merasakan tampilan desktop Windows 7.</p>
<p align="justify">3) Transformation pack ini hanya merubah tampilan Kubuntu Jaunty, dan tidak menambah fungsional mirip dengan Windows 7.</p>
<p align="justify">4) Transformation pack akan membuat profil user baru pada Kubuntu dan akan menginstallnya sendiri.</p>
<p> <span id="more-1621"></span>
<p align="justify">Sekarang mari kita coba bersama-sama untuk merubahnya.</p>
<p align="justify">Step 1: Download <a href="http://www.kde-look.org/CONTENT/content-files/104232-Vistar7_Transformation_Pack.torrent">Windows 7 transformation pack</a> ke komputer anda. File memiliki format torrent. Anda bisa download dengan menggunakan aplikasi seperti KTorrent, dan simpan di folder home.</p>
<h5>Step 2: Buatlah script installasi.</h5>
<p>Buka Konsole dan ketik seperti dibawah ini :</p>
<pre>cd /path-to-windows7-transformation-pack-folder
sudo chmod +x install.sh</pre>
<h5>Step3: Install transformation pack</h5>
<p align="justify"><em>(Sebelum menjalankan script yang dibuat diatas, pastikan bahwa komputer anda terhubung dengan Internet.)</em></p>
<p align="justify">Jalankan installation script dengan mengetikkan command pada Konsole :</p>
<div align="justify">
<pre>sudo ./install.sh</pre>
</div>
<p align="justify">Nanti kita akan diminta untuk melakukan hal sbb :</p>
<p align="justify">1. Menambahkan software package baru ke tempat software repository.</p>
<p align="justify">2. Install beberapa paket pendukung.</p>
<p align="justify">3. membuat user baru dengan nama &#8211; <em>vistar7</em>.</p>
<p align="justify">4. Menyarankan kita untuk mengatur password untuk user diatas.</p>
<p align="justify">4. Extract file-file yang dibutuhkan ke dalam theme directory.</p>
<p align="justify">5. Tukar alamat path configuration.</p>
<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/06/kubuntuwin72.jpg"><img title="Menu Vistart 7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="211" alt="Menu Vistart 7" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/06/kubuntuwin72_thumb.jpg" width="244" border="0" /></a> <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/06/kubuntuwin7wallpaper.jpg"><img title="Kubuntu Vistart Wallpaper" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="211" alt="Kubuntu Vistart Wallpaper" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/06/kubuntuwin7wallpaper_thumb.jpg" width="271" border="0" /></a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/07/merubah-kubuntu-jaunty-mirip-windows-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menginstallasi Linux BackTrack ke USB</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/06/menginstallasi-linux-backtrack-ke-usb/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/06/menginstallasi-linux-backtrack-ke-usb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Triks]]></category>
		<category><![CDATA[backtrack]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[Live Distro]]></category>
		<category><![CDATA[live usb]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[Share Our Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/menginstallasi-linux-backtrack-ke-usb/</guid>
		<description><![CDATA[ BackTrack adalah distribusi Linux Live berdasarkan SLAX murni (Slackware) yang difokuskan pada pengujian pada jaringan dan sekuriti. Didistribusikan oleh remote-exploit.org, yang menghasilkan sebuah Distro Live beguna untuk melakukan pengujian sekuriti, termasuk network analyzers, password cracker, Wireless tool, dll. Walaupun awalnya dirancang untuk boot dari CD atau DVD, tetapi sekarang sudah dapat dengan mudah diinstalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong><a href="http://www.remote-exploit.org/" target="_blank"><img title="backtrack3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="127" alt="backtrack3" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/05/backtrack3.png" width="193" align="left" border="0" /> BackTrack</a></strong> adalah distribusi Linux Live berdasarkan SLAX murni (Slackware) yang difokuskan pada pengujian pada jaringan dan sekuriti. Didistribusikan oleh <a href="http://remote-exploit.org" target="_blank">remote-exploit.org</a>, yang menghasilkan sebuah Distro Live beguna untuk melakukan pengujian sekuriti, termasuk network analyzers, password cracker, Wireless tool, dll. Walaupun awalnya dirancang untuk boot dari CD atau DVD, tetapi sekarang sudah dapat dengan mudah diinstalkan ke USB drive. Versi BackTrack yang bisa diinstalkan ke USB Drive adalah Versi 3. Sedangkan yang versi 4 belum tersedia file ISO nya.</p>
<p align="justify">Berikut ini, saya akan mengajak teman-teman yang ingin mencoba menginstalasikan BackTrack ke dalam USB melalui Windows.</p>
<p> <span id="more-1347"></span>
<p align="justify"><img title="backtrack" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="364" alt="backtrack" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/05/backtrack.png" width="454" border="0" /></p>
<p><strong>Bagaimana cara install BackTrack ke USB device ?</strong></p>
<ol>
<li>
<div align="justify">Persiapkan dahulu USB Drive dengan kapasitas minimal 1 Gb.</div>
</li>
<li>
<div align="justify"><a href="http://www.remote-exploit.org/backtrack_download.html" target="_blank">Download</a> file ISO (Portable Backtrack) <strong>USB BackTrack (Extended)</strong> version </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Extract semua fila termasuk folder <strong>Boot</strong> dan <strong>BT3</strong> ke root USB device anda dengan menggunakan Software Power ISO, Magic ISO, Ultra ISO atau yang sejenisnya.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Masuklah ke dalam folder <strong>Boot</strong> pada &quot;USB device&quot; dan jalankan file <strong>bootinst.bat</strong> (klik continue jika menampilkan pesan error)</div>
<div align="justify"><img title="backtrack-error" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="110" alt="backtrack-error" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/05/backtrackerror.png" width="404" border="0" />&#160; </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Ikuti petunjuk yang ditampilkan pada layar monitor anda.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Jika USB install script selesai, reboot Komputer dan atur BIOS atau Boot Menu untuk boot melalui USB device.</div>
</li>
</ol>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/06/menginstallasi-linux-backtrack-ke-usb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Koleksi 1000 Tux Avatar</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/download-koleksi-1000-tux-avatar/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/download-koleksi-1000-tux-avatar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[Share Our Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[tux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/download-koleksi-1000-tux-avatar/</guid>
		<description><![CDATA[<p> 
1000 Tux Avatars | 57 MB     Download from RapidShare
 <a href='http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/download-koleksi-1000-tux-avatar/' rel="nofollow">Selengkapnya ...</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 
1000 Tux Avatars | 57 MB     Download from RapidShare
 <a href='http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/download-koleksi-1000-tux-avatar/' rel="nofollow">Selengkapnya ...</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/download-koleksi-1000-tux-avatar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaunty Jackalope</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/jaunty-jackalope/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/jaunty-jackalope/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 05:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Distro Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Request Free CD]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Jaunty Jackalope]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu 9.04 RC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/jaunty-jackalope/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada bingung gak dengan judul posting ini ? Jangan bingung dulu ya. Ini merupakan nama versi terbaru dari Ubuntu 9.04 RC (Jaunty Jackalope) yang akan dirilease pada 23 April 2009 mendatang. Bagi <a href='http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/jaunty-jackalope/' rel="nofollow">Selengkapnya ...</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada bingung gak dengan judul posting ini ? Jangan bingung dulu ya. Ini merupakan nama versi terbaru dari Ubuntu 9.04 RC (Jaunty Jackalope) yang akan dirilease pada 23 April 2009 mendatang. Bagi <a href='http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/jaunty-jackalope/' rel="nofollow">Selengkapnya ...</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/jaunty-jackalope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>QiMO &#8211; Buat Anak Cerdas dengan Linux</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/qimo-buat-anak-cerdas-dengan-linux/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/qimo-buat-anak-cerdas-dengan-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 06:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Distro Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda ?]]></category>
		<category><![CDATA[educational]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[qimo]]></category>
		<category><![CDATA[qimo-for-kids]]></category>
		<category><![CDATA[qimo-linux]]></category>
		<category><![CDATA[Share Our Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/qimo-buat-anak-cerdas-dengan-linux/</guid>
		<description><![CDATA[ Sifat seorang anak adalah selalu memiliki rasa keingin tahuan terhadap sesuatu. Anak zaman sekarang sudah banyak yang mampu menggunakan dan bermain dengan Komputer. Bagi orang tua tentu saja harus memperhatikan perilaku anak dalam penggunaan komputer. Apa lagi jika sudah mengenal internet, hmmm bisa berbahayakan ? Kebanyakan anak masih familiar dengan menggunakan Sistem Operasi Windows. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="esqimo" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" height="115" alt="esqimo" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/04/esqimo1.png" width="150" align="left" border="0" /> Sifat seorang anak adalah selalu memiliki rasa keingin tahuan terhadap sesuatu. Anak zaman sekarang sudah banyak yang mampu menggunakan dan bermain dengan Komputer. Bagi orang tua tentu saja harus memperhatikan perilaku anak dalam penggunaan komputer. Apa lagi jika sudah mengenal internet, hmmm bisa berbahayakan ? Kebanyakan anak masih familiar dengan menggunakan Sistem Operasi Windows. Nah bagaimana jika mulai saat ini diajarkan dengan Sistem Operasi yang Open Source ? Gak ada salahnyakan. Sekalian orang tua juga ikut belajar Linux <img src='http://pcguru.okihelfiska.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"><img title="Qimo Linux" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="351" alt="Qimo Linux" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/04/qimolinux1.jpg" width="464" border="0" /> </p>
<p><span id="more-1223"></span></p>
<p align="justify">Ada sebuah sistem operasi linux, yaitu <strong><a title="Linux For Kids" href="http://www.qimo4kids.com" rel="tag">Qimo</a></strong> adalah sistem operasi desktop yang dirancang untuk anak-anak. Qimo dibuat berdasarkan Sistem Operasi Linux Ubuntu. Qimo memiliki konten permainan pendidikan untuk anak-anak berusia 3 tahun keatas. Antar muka Qimo dirancang agar intuitif dan mudah digunakan, dengan icon yang besar untuk semua ikon permainan, sehingga sibungsu pun tidak mengalami kesulitan dalam menggunakannya.</p>
<p align="justify"><a title="Linux For Kids" href="http://www.qimo4kids.com" rel="tag"><strong>Qimo</strong></a> ini dapat anda download melalui situs resminya di <a href="http://www.qimo4kids.com/page/Download.aspx">www.qimo4kids.com</a>. File di download dengan menggunakan Protocol Torrent atau anda dapat juga mendownload image untuk Pengguna Virtual Box <a href="http://virtualboximages.com/Qimo4Kids-1.0">disini</a>.</p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/qimo-buat-anak-cerdas-dengan-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi Web Server Pada Debian Woody</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 19:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Server]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/</guid>
		<description><![CDATA[ Web Server merupakan sebuah server yang berfungsi menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien yang menggunakan aplikasi web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web server yang sekarang cukup terkenal dan bersifat open source adalah Apache. Sedangkan Internet Information Service (IIS) merupakan web server yang dikeluarkan oleh Microsoft [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="debian-logo" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="114" alt="debian-logo" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/debianlogo.png" width="93" align="left" border="0" /> Web Server merupakan sebuah server yang berfungsi menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien yang menggunakan aplikasi web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web server yang sekarang cukup terkenal dan bersifat open source adalah Apache. Sedangkan Internet Information Service (IIS) merupakan web server yang dikeluarkan oleh Microsoft dengan lisensi Microsoft pula.</p>
<p><span id="more-899"></span></p>
<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/02/webserver.gif"><img title="webserver" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="475" alt="webserver" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/webserver-thumb.gif" width="450" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Apache merupakan web server yang handal dan dapat berjalan baik pada platform yang berbeda (Misalnya : Linux, Windows dll), sedangkan IIS hanya dapat beroperasi pada sistem operasi Windows Saja. Disini saya beranggapan bahwasanya anda telah mengkonfigurasi DNS server dan siap untuk digunakan. Sebelum mengkonfigurasi web server, terlebih dahulu instal paket untuk web server. Ingat, untuk paket dan versi yang anda gunakan, sesuaikan dengan kebutuhan server anda. Disini saya hanya menjelaskan tentang konfigurasi yang intinya saja.</p>
<p align="justify">Untuk kelanjutannya, tunggu artikel/tutorial saya yang berikutnya. Cara mengistal paket Web server (saya nginstalnya langsung sekali gus)</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code11'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89911"><td class="code" id="p899code11"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">apt-get</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">install</span> apache php4 mysql</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Setelah terinstal paket-paket diatas tersebut, yang pertama yang harus anda lakukan adalah mengkonfigurasi file : <strong>httpd.conf</strong> yang berada didalam direktori <strong>/etc/apache</strong>.</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code12'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89912"><td class="code" id="p899code12"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">vi</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>apache<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>httpd.conf</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Kemudian cari script dibawah ini dan hilangkan tanda (#) didepan script tersebut untuk mengaktifkannya</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code13'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89913"><td class="code" id="p899code13"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #666666; font-style: italic;">#LoadModule php4_module /usr/lib/apache/1.3/libphp4.so</span></pre></td></tr></table></div>

<p>menjadi</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code14'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89914"><td class="code" id="p899code14"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">LoadModule php4_module <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>usr<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>lib<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>apache<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span><span style="color: #000000;">1.3</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>libphp4.so</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Ingat, ini ada kaitannya dengan konfigurasi php, biasanya baris ini sudah secara otomatis diaktifkan atau tanda (#) nya sudah dihapus secara otomatis, jadi anda tinggal memeriksa saja apakah sudah aktif atau belum. Jika belum, silahkan hapus tanda (#) untuk mengaktifkan script tersebut. Setelah itu cari baris <strong>port</strong> dan sesuaikan dengan port yang akan anda terapkan pada web server anda. Dalam hal ini default portnya adalah port 80. Setelah itu cari juga baris <strong>ServerAdmin</strong> dan ganti dengan alamat email admin yang menangani masalah web server yang anda punya. Ex :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code15'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89915"><td class="code" id="p899code15"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">port <span style="color: #000000;">80</span>
ServerAdmin webmaster<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span>ayel-blog.org</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Jangan lupa cari juga baris <strong>ServerName</strong>, isikan sesuai dengan servername yang ada pada server DNS yang anda buat sebelumnya, hal ini ada kaitannya dengan posting mengenai <strong>Konfigurasi DNS Server Pada Debian Woody</strong>, dan yang saya buat berikut ini sesuai dengan postingan sebelumnya. Kemudian tambahkan <strong>index.php</strong> atau file yang anda inginkan untuk dibaca secara otomatis didalam <strong>DirectoryIndex</strong>, dalam hal ini maksud kita menambahkan <i>index.php</i> agar supanya file <i>index.php</i> yang berada di dalam direktori <strong>public_html</strong> terbaca secara otomatis. Anda juga Bisa menambahkan nama file yang lain sesuai dengan yang anda inginkan atau nama file index yang sering digunakan, misalnya : home.html, index.asp, index.ayel dan lain-lain). Ex: </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code16'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89916"><td class="code" id="p899code16"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">DirectoryIndex index.html index.htm index.php home.html</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Setelah menambahkan file <i>index</i> diatas, langkah selanjutnya tambahkan baris dibawah ini pada baris terakhir dari file <i>httpd.conf</i>. Ex :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code17'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89917"><td class="code" id="p899code17"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">NameVirtualHost 172.28.14.1
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;</span>virtualhost 172.28.14.1<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span>
ServerName ayel-blog.org
ServerAlias www.ayel-blog.org
DocumentRoot <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>home<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>ayel<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>public_html
ServerAdmin webmaster<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span>ayel-blog.org
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;/</span>virtualhost<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span>
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;</span>virtualhost<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span>
ServerName blog.ayel-blog.org
DocumentRoot <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>home<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>blog<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>public_html
ServerAdmin webmaster<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span>ayel-blog.org
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;/</span>virtualhost<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span></pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Script diatas merupakan script minimalis yang ada pada web server yang akan anda buat. Jangan lupa untuk menggantikan alamat domain sesuai dengan yang anda punya. Misalkan pada domain ayel-blog.org, silahkan ganti dengan yang anda punya dan sesuaikan pula dengan IP yang sudah anda set terlebih dahulu. Jika anda ingin menambahkan lagi VirtualHost, silahkan tambah pada akhir baris selanjutnya sesuai dengan domain yang telah anda buat pada file database dns anda. Setelah selesai, simpan hasil konfigurasi anda dan buatlah direktori <strong>public_html</strong> didala direktori <strong>/etc/skel</strong>. Caranya : </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code18'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89918"><td class="code" id="p899code18"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">mkdir</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>skel<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>public_html</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Fungsi dari kita membuat direktori <strong>public_html</strong> di dalam direktori <strong>/etc/skel</strong> adalah agar pada saat kita menambahkan/membuat user baru, direktori <strong>public_html</strong> akan secara otomatis di tambahkan didalam direktori usernya <i>/home/nama_user/public_html</i>. Langkah selanjutnya adalah menambahkan/membuat user baru (user <i>ayel</i> dan user <i>blog</i>), caranya : </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code19'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89919"><td class="code" id="p899code19"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">adduser ayel <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>enter, dan isikan passwordnya<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span>
adduser blog <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>enter, dan isikan passwordnya<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span></pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">
  <br />Setelah semuanya selesai, jangan lupa untuk merestart web server anda dengan menggunakan perintah : </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code20'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89920"><td class="code" id="p899code20"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>init.d<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>apache restart</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Setelah anda selesai merestart web server anda, langkah selanjutnya adalah menguji web server yang telah anda buat. Caranya, buka web browser anda (Misalnya : Internet Exploreer, Opera, Firefox, dll) dan ketikkan diaddress <strong>http://www.ayel-blog.org</strong>. Jika pada tampilan web browser anda yang keluar adalah <strong><i>Index Of</i></strong>, maka web server anda sudah jalan, dan langkah selanjutnya anda tinggal meng upload data-data web yang anda punya.</p>
<p align="justify">Source Via : <a href="http://tengkukhairil.blogspot.com" target="_blank">http://tengkukhairil.blogspot.com</a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi DNS Server pada Debian Woody</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 16:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Server]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>
		<category><![CDATA[dns server]]></category>
		<category><![CDATA[domain name system]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/</guid>
		<description><![CDATA[ Server Domain Name System (DNS) merupakan server yang menterjemahkan dari penamaan ke IP Address dan juga sebaliknya. DNS ini sangatlah perlu dalam dunia IT. Sebab jika tidak, orang-orang akan disulitkan dengan mengingat alamat-alamat dengan bentuk angka. Misalkan untuk server A alamatnya 10.28.3.25, server B alamatnya 202.100.1.23, server C alamatnya 192.29.34.200. Jika masih sedikit alamat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="logo_dns" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="149" alt="logo_dns" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/logo-dns.jpg" width="154" align="left" border="0" /> Server Domain Name System (DNS) merupakan server yang menterjemahkan dari penamaan ke IP Address dan juga sebaliknya. DNS ini sangatlah perlu dalam dunia IT. Sebab jika tidak, orang-orang akan disulitkan dengan mengingat alamat-alamat dengan bentuk angka. Misalkan untuk server A alamatnya 10.28.3.25, server B alamatnya 202.100.1.23, server C alamatnya 192.29.34.200. Jika masih sedikit alamat yang perlu diingat, mungkin saya rasa masih mudah. Coba bayangkan jika alamat penomoran tersebut lebih dari 100 nomor, tentu mebutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengingat alamat-alamat tersebut.</p>
<p><span id="more-896"></span></p>
<p align="justify">Saya ilustrasikan lagi tentang DNS ini, andaikan sebuah handphone yang memiliki 200 nomor kontak, jika yang punya handphone menghapal nomor kontak satu persatu, sangat membutuhkan memori yang besar dalam mengingatnya. Tapi coba bayangkan jika nomor kontak yang ada di handphone tersebut di buat sekalian nama orangnya dan tampil pada saat ditelpon yang keluar adalah namanya, pasti kita langsung mudah ingat siapa yang menelpon dari pada kita harus mengingat nomor akhir dari nomor handphone tersebut.</p>
<p align="justify"><span>Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang bagaimana cara kita mengkonfigurasi DNS pada server Linux Debian Woody. Tutorial ini saya buat sekalian untuk dokumentasi belajar saya jika suatu saat saya lupa akan ilmu-ilmu yang pernah saya pelajari.</span></p>
<p align="justify"><span>Pertama jangan lupa siapkan peralatan yang diperlukan, seperti pc server, CD debian Woody, dll. Disini saya menganggap bahwa server yang akan anda gunakan telah terinstall dengan sistem operasi Debian Woody. Jika belum, silahkan anda install terlebih dahulu.</span></p>
<p align="justify">Adapun paket yang kita gunakan adalah <strong>bind9</strong>. Paket ini telah ada pada CD bawaan Linux Debian. Untuk lebih jelasnya coba anda cek dengan menggunakan perintah <strong>dselect</strong>.</p>
<p align="justify">Setelah anda menemukan paket bind9 tersebut pada tampilan dselect, terserah anda mau menginstal paket lewat <strong>dselect</strong> atau lewat perintah <strong>apt-get install bind9</strong> (dalam hal ini saya menggunakan perintah <strong>apt-get install bind9</strong>).</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code27'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89627"><td class="code" id="p896code27"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">apt-get</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">install</span> bind9</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai, masuk ke direktori bind yang berada dalam direktori etc. Gunakan perintah <strong>vi</strong> dan edit file <strong>named.conf</strong>. Yang perlu anda tambah adalah :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code28'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89628"><td class="code" id="p896code28"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">zone <span style="color: #ff0000;">&quot;ayel-blog.org&quot;</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#123;</span> 
<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">type</span> master; 
<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">file</span> <span style="color: #ff0000;">&quot;/etc/bind/db.aye&quot;</span>; 
<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#125;</span>;</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Ingat untuk <strong>ayel-blog.org</strong> hanya merupakan contoh dari saya. Anda tinggal menggantikan sesuai dengan yang anda inginkan. Script diatas bertujuan untuk membuat domain (baris <strong>zone</strong>) pada server dns yang kita punya, dengan nama domainnya adalah <strong>ayel-blog.org</strong>. Adapun lokasi penyimpanannya/databasenya terletak pada baris script <strong>file</strong>. Jadi didalam file <strong>db.ayel</strong> inilah berisikan tentang Host(A), Alias (CNAME), Pointer (PTR) dll. Lihat contoh dibawah ini :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code29'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89629"><td class="code" id="p896code29"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">&nbsp;
;
; BIND data <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">file</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">for</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">local</span> loopback interface
;
<span style="color: #007800;">$TTL</span> <span style="color: #000000;">604800</span> 
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span> IN SOA ayel-blog.org root.ayel-blog.org <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span> 
                   <span style="color: #000000;">1</span> ; Serial
              <span style="color: #000000;">604800</span> ; Refresh
               <span style="color: #000000;">86400</span> ; Retry
             <span style="color: #000000;">2419200</span> ; Expire
            <span style="color: #000000;">604800</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span> ; Negative Cache TTL
; 
                IN       NS     ayel-blog.org.
ns1             IN       A      172.28.14.1
172.28.14.1     IN       PTR    ns1
www             IN       CNAME  ns1</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Nah, untuk script diatas, penjelasannya sebagai berikut: <strong>NS</strong> di isi dengan dns yang telah kita buat pada file <strong>named.conf</strong> (ayel-blog.org). <strong>ns1</strong> merupakan script tambahan yang mana merupakan Host (A) dengan IP Address 172.28.14.1. <strong>PTR</strong> merupakan pointer, dalam hal ini untuk IP Address 172.28.14.1 diarahkan pada <strong>ns1</strong>. Selanjutnya <strong>www</strong> merupakan alias (CNAME) dari <strong>ns1</strong>. Untuk alias ini anda tinggal menambahkan sesuai dengan kebutuhan anda. Jika anda telah mengedit file db diatas, langkah selanjutnya simpan dan jalan servicenya.</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code30'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89630"><td class="code" id="p896code30"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>init.d<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>bind9 restart</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Langkah selanjutnya, gunakan perintah <strong>nslookup nama_domain_anda</strong> untuk mengecek keberadaan domain yang baru saja anda buat atau anda dapat langsung menggunakan perintah <strong>ping nama_domain_anda</strong>. </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code31'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89631"><td class="code" id="p896code31"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">nslookup www.ayel-blog.org</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">atau</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code32'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89632"><td class="code" id="p896code32"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">ping</span> www.ayel-blog.org</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Jika setelah melakukan perintah <strong>nslookup www.ayel-blog.org</strong> anda melihat IP address domain yang anda buat tadi ada, maka konfigurasi dns anda telah selesai, atau jika mengguakan perintah <strong>ping</strong> koneksinya jalan, maka konfigurasi dns yang anda lakukan telah selesai dengan status berhasil.</p>
<p>Source Via : <a href="http://tengkukhairil.blogspot.com" target="_blank">http://tengkukhairil.blogspot.com</a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi DHCP Server pada Debian Woody</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dhcp-server-pada-debian-woody/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dhcp-server-pada-debian-woody/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 17:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Server]]></category>
		<category><![CDATA[debian woody]]></category>
		<category><![CDATA[dhcp]]></category>
		<category><![CDATA[dhcp server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dhcp-server-pada-debian-woody/</guid>
		<description><![CDATA[ Kenapa seorang admin menggunakan server DHCP pada jaringan mereka? Tidak lain tidak bukan adalah untuk memudahkan kerja seorang admin dalam mengkonfigurasi TCP/IP pada setiap komputer klien yang ada dijaringannya. Bayangkan jika komputer klien yang akan disetting sebanyak 1000 komputer, mungkin baru 1 sampai 500 komputer saja sudah kewalahan. Nah itulah salah satu kelebihan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="debian-logo" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="114" alt="debian-logo" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/debianlogo.png" width="93" align="left" border="0" /> Kenapa seorang admin menggunakan server DHCP pada jaringan mereka? Tidak lain tidak bukan adalah untuk memudahkan kerja seorang admin dalam mengkonfigurasi TCP/IP pada setiap komputer klien yang ada dijaringannya. Bayangkan jika komputer klien yang akan disetting sebanyak 1000 komputer, mungkin baru 1 sampai 500 komputer saja sudah kewalahan. Nah itulah salah satu kelebihan yang diberikan dari server DHCP ini. Terus bagaimanakah proses kerja dari sebuah server DHCP ?</p>
<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/02/dhcpskema.jpg"><img title="skema DHCP" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="234" alt="skema DHCP" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/dhcpskema-thumb.jpg" width="470" border="0" /></a>&#160;</p>
<p><span id="more-894"></span></p>
<p align="justify">Pertama, komputer klien merequest IP address ke server DHCP <i>(IP Least Request)</i> dalam hal ini broadcast merupakan peran utama dalam mencari server DHCP pada sebuah jaringan. Setelah server DHCP ditemukan maka server DHCP tersebut akan memberikan penawaran kepada klient <i>(IP Least Over)</i> dan klienpun memilih penawaran yang diberikan oleh server DHCP tersebut dan melakukan broadcast lagi untuk menyetujui peminjaman IP yang diberikan oleh server tersebut <i>(IP Lease Selection)</i>. Terakhir, server DHCP memberikan IP address untuk dipinjamkan kepada klien dengan ketentuan-ketentuan yang sudah di set terlebih dahulu oleh admin server tersebut, misalnua batas waktu peminjaman ip, dll <i>(IP Lease ackhowledge)</i>. Berikut konfigurasi DHCP Server pada Debian Woody:       </p>
<p>Sebelumnya anda harus menyiapkan keperluan-keperluan yang dianggap perlu untuk mengkonfigurasi DHCP Server (dalam hal ini saya menganggap bahwa server yang anda punya telah terinstal dengan sistem operasi Linux Debian Woody), misalnya CD Debian Woody dll.       </p>
<p>Langkah pertama instal dulu paket DHCP nya, dalam hal ini saya menggunakan paket dhcp3-server caranya ketik perintah instalasi paket serperti dibawah ini, dan jangan lupa untuk memasukkan CD instalasinya :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code41'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89441"><td class="code" id="p894code41"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">apt-get</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">install</span> dhcp3-server</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify"><b>NB</b> : Selain cara diatas, kita juga dapat menginstalasi paket dengan menggunakan perintah <b>dselect</b> dan memilih nama paket yang telah tersedia. Pastikan lagi bahwa paket dhcp3-server telah terinstal dengan menggunakan perintah :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code42'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89442"><td class="code" id="p894code42"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">dpkg</span> –l <span style="color: #000000; font-weight: bold;">|</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">grep</span> dhcp3-server</pre></td></tr></table></div>


<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code43'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89443"><td class="code" id="p894code43"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">dhcp3-server    <span style="color: #000000;">3.0</span>+3.0.1rc9-<span style="color: #000000;">2</span>    DHCP Server <span style="color: #000000; font-weight: bold;">for</span> automatic IP address</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Jika keterangan diatas yang tampil, maka anda telah siap untuk mengkonfigurasi file DHCP server. Adapun nama file tersebut adalah <b>dhcpd.conf</b> yang berada didalam direktori <b>/etc/dhcp3/dhcpd.conf.</b> Caranya ketikkan perintah editor seperti dibawah ini :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code44'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89444"><td class="code" id="p894code44"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">vi</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>dhcp3<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>dhcpd.conf</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Nah, jika file konfigurasi dhcp anda sudah terbuka, anda tinggal mengedit sintak-sintak yang ada. Diantaranya yang perlu anda tambah/ubah adalah sebagai berikut :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code45'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89445"><td class="code" id="p894code45"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">domain-name “ayel-blog.org”; 
option domain-name-servers ns1.ayel-blog.org, ns2.ayel-blog.org; 
subnet 10.28.4.0 netmask 255.255.255.0 <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#123;</span> 
       range 10.28.4.10 10.28.4.40; 
       option routers 10.28.4.1; 
<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Keterangan : <b>option domain-name “ayel-blog.org”;</b> –&gt; diisi dengan nama domain yang kita punya, dalam hal ini domain yang saya punya adalah ayel-blog.org (anda tinggal menyesuaikan saja dengan domain yang anda punya) option domain-name-servers ns1.ayel-blog.org, ns2.ayel-blog.org; –&gt; diisi dengan nama domain server, misalkan : ns1.ayel-blog.org. Disini anda juga boleh menggantikan nama domain server ini dengan alamat IP domain server anda. Dan satu lagi, nama domain server ini boleh diisi lebih dari satu. subnet 10.28.4.0 netmask 255.255.255.0 {range 10.28.4.10 10.28.4.40;<br />
  <br />option routers 10.28.4.1;} subnet dan netmask merupakan alamat IP network jaringan yang digunakan dan subnet netmask berdasarkan alamat IP tersebut. </p>
<p>Sedangkan range merupakan batasan pemberian IP kepada klien, dari IP 10.28.4.10 sampai IP 10.28.4.40. Sedangkan option routers diisi berdasarkan IP gateway yang telah ditentukan dalam jaringan anda. Jika konfigurasi diatas telah anda lakukan, jangan lupa untuk menyimpan hasil konfigurasi anda (perintah wq). Dan jangan lupa pula untuk menjalankan service DHCP Server anda dengan menggunakan perintah :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code46'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89446"><td class="code" id="p894code46"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>init.d<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>dhcp3-server start;</pre></td></tr></table></div>

<p>(untuk menjalankan servis)</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code47'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89447"><td class="code" id="p894code47"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>init.d<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>dhcp3-server stop</pre></td></tr></table></div>

<p>(untuk mematikan servis)</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p894code48'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89448"><td class="code" id="p894code48"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>init.d<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>dhcp3-server restart</pre></td></tr></table></div>

<p>(menjalankan ulang servis).</p>
<p align="justify">Langkah selanjutnya anda tinggal mencoba di klien (windows) dengan mengeset “Obtain an IP address automatically” dan klienpun siap menggunakan IP Address dari server DHCP yang anda buat. Anda bisa menggunakan perintah dibawah ini pada client :ipconfig /release (untuk menghapus ip dari server dhcp) <strong>ipconfig /renew </strong>(untuk meminjam kembali ip dari server dhcp) <strong>ipconfig /all</strong> (untuk melihat secara keseluruhan ip address).</p>
<p align="justify">Source Via : <a href="http://tengkukhairil.blogspot.com" target="_blank">http://tengkukhairil.blogspot.com</a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dhcp-server-pada-debian-woody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Distro Linux apa yang cocok buat Anda ?</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/distro-linux-apa-yang-cocok-buat-anda/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/distro-linux-apa-yang-cocok-buat-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 04:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Link]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Triks]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/distro-linux-apa-yang-cocok-buat-anda/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pernahkah anda mengetahui linux apa yang cocok buat anda ? Bagi yang sudah mengenal linux pasti sudah tau jawabannya. Bagi newbie tentu saja akan membingungkan untuk memilih distro yang paling <a href='http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/distro-linux-apa-yang-cocok-buat-anda/' rel="nofollow">Selengkapnya ...</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda mengetahui linux apa yang cocok buat anda ? Bagi yang sudah mengenal linux pasti sudah tau jawabannya. Bagi newbie tentu saja akan membingungkan untuk memilih distro yang paling <a href='http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/distro-linux-apa-yang-cocok-buat-anda/' rel="nofollow">Selengkapnya ...</a></p><img class="wpi_img_right" src="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/plugins/wp-post-icon/img/oq-tips.gif" title="oq-tips.gif" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/distro-linux-apa-yang-cocok-buat-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linux File Directory Structure</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/linux-file-directory-structure/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/linux-file-directory-structure/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 02:17:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Review & Reference]]></category>
		<category><![CDATA[directory]]></category>
		<category><![CDATA[FHS]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/linux-file-directory-structure/</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita ingin belajar linux lebih mendalam, hal yang paling dasar dipahami adalah truktur direktori pada linux itu sendiri. Pada dasarnya semua linux memiliki struktur direktori yang sama. Struktur direktori Linux berbeda dengan struktur direktori yang ada pada Windows ataupun MS-DOS. Setiap direktori memiliki fungsi yang berbeda-beda. Contoh bahwa direktori /bin berfungsi untuk menyimpan semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Jika kita ingin belajar linux lebih mendalam, hal yang paling dasar dipahami adalah truktur direktori pada linux itu sendiri. Pada dasarnya semua linux memiliki struktur direktori yang sama. Struktur direktori Linux berbeda dengan struktur direktori yang ada pada Windows ataupun MS-DOS. Setiap direktori memiliki fungsi yang berbeda-beda. Contoh bahwa direktori /bin berfungsi untuk menyimpan semua perintah dasar pada Linux. Sehingga struktur direktori di Linux disebut <strong>Filesystem Hierarchy Standard</strong> (FHS).</p>
<p align="justify">Untuk memudahkan memahami tentang FHS di Linux, anda dapat memperhatikan ilustrasi dibawah seperti yang dibuat oleh <a href="http://www.linuxconfig.org/Filesystem_Basics" target="_blank">linuxconfig.org</a> :</p>
<p><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/12/linux-dir-tree.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="365" alt="credit images : www.linuxconfig.org" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/12/linux-dir-tree-thumb.jpg" width="450" border="0" /></a> </p>
<p><span id="more-702"></span></p>
<p align="justify">* /bin direktori yang berisi file-file binary standar yang dapat digunakan oleh seluruh user baik user biasa maupun super user (perintah dasar dalam linux)    <br />* /boot direktori yang berisi file-file untuk booting Linux     <br />* /dev direktori yang berisi file system khusus yang merupakan refleksi device hard-ware yang dikenali dan digunakan sistem seperti Hard Disk, Floppy Disk, Flash Disk, dll     <br />* /etc direktori yang berisi file-file konfigurasi sistem, dan hanya boleh diubah oleh super user     <br />* /home direktori yang berisi yang merupakan direktori home untuk semua user     <br />* /lib direktori yang berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux     <br />* /mnt merupakan direktori khusus yang disediakan untuk mounting (mengaitkan) device disk storage ke sistem dalam bentuk direktori     <br />* /proc berisi file system khusus yang menunjukkan data-data kernel setiap saat     <br />* /root direktori home untuk user root (user khusus dengan priviledges hampir tak terbatas.     <br />* /sbin direktori yang sama seperti direktori /bin, tetapi hanya super user yang se-baiknya menggunakan binary- binary tersebut mengingat fungsi-fungsi binary yang terdapat di direktori ini untuk maintenance sistem     <br />* /tmp berisi file-file sementara yang dibutuhkan sebuah aplikasi yang sedang berjalan     <br />* /usr direktori yang berisi library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi user     <br />* /var direktori yang berisi file-file log, mailbox dan data-data aplikasi</p>
<p align="justify">FHS ini berlaku untuk semua distro (Ubuntu, Red Hat, Fedora, etc.).</p>
<p align="justify">Referensi :</p>
<p align="justify"><a href="http://www.linuxconfig.org/Filesystem_Basics" target="_blank">linuxconfig.org</a></p>
<p align="justify"><a href="http://www.pathname.com/fhs/" target="_blank">Filesystem Hierarchy Standard</a></p>
<p><a title="http://linuxcommand.org/" href="http://linuxcommand.org/">linuxcommand.org</a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/12/linux-file-directory-structure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
