<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PC Guru - Share Our Knowledge Computer &#187; Networking</title>
	<atom:link href="http://pcguru.okihelfiska.net/category/networking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pcguru.okihelfiska.net</link>
	<description>Tutorial Komputer Untuk Semua !</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 12:39:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jargon Komputer : Bandwidth pada Internet</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/08/jargon-komputer-bandwidth-pada-internet/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/08/jargon-komputer-bandwidth-pada-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[PC Jargon]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda ?]]></category>
		<category><![CDATA[bandwidth]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Connection]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[Share Our Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/08/jargon-komputer-bandwidth-pada-internet/</guid>
		<description><![CDATA[ Mungkin kita semua sudah mendengar istilah “Bandwidth”. Dalam istilah sistem digital, bandwidth menunjukkan banyaknya data dalam bit per detik (bps), dan standar prefixes yang digunakan untuk menunjukkan nilai-nilai seperti seribu bps (Kbps), satu juta bps (Mbps) dan miliar bps (Gbps). 
Jadi bandwidth adalah ukuran jumlah data yang dapat melakukan perjalanan lebih dari satu sistem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="bandwidth" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 3px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="150" alt="bandwidth" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/08/bandwidth.jpg" width="150" align="left" border="0" /> Mungkin kita semua sudah mendengar istilah “<strong>Bandwidth</strong>”. Dalam istilah sistem digital, bandwidth menunjukkan banyaknya data dalam bit per detik (bps), dan standar prefixes yang digunakan untuk menunjukkan nilai-nilai seperti seribu bps (Kbps), satu juta bps (Mbps) dan miliar bps (Gbps). </p>
<p align="justify">Jadi bandwidth adalah ukuran jumlah data yang dapat melakukan perjalanan lebih dari satu sistem komunikasi yang dialokasikan dalam rentang waktu. Mungkin disebut sebagai kecepatan data. Bandwidth juga memiliki arti bahwa semakin besar bandwidth, bisa menghasilkan komunikasi yang lebih cepat.</p>
<p> <span id="more-1655"></span>
<p align="justify">Dibawah ini saya sedikit menjelaskan Jenis Koneksi Internet yang ada serta besarnya bandwidth pada setiap koneksi tersebut.</p>
<p align="justify">
<p><strong>Cable modem </strong>    <br />Cable modem adalah koneksi menggunakan modem yang memungkinkan sebuah PC untuk dapat mengakses internet menggunakan koneksi kabel televisi. Cable modem selalu terhubung. Cable modem mengkonversikan sinyal digital ke sinyal analog, dan mengkonversi semua sinyal yang masuk dari sinyal analog ke sinyal digital.</p>
<p><strong>Digital subscriber line (DSL) </strong>    <br />DSL broadband merupakan teknologi digital yang menggunakan saluran telepon tembaga biasa untuk mengirim dan menerima data. DSL menggunakan kabel yang berbeda untuk data dan telephone, sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan saluran telepon dan data secara bersamaan tanpa mengalami gangguan. DSL selalu terhubung.</p>
<p><strong>Integrated Services Digital Network (ISDN) </strong>    <br />ISDN adalah teknologi broadband yang menggunakan saluran telepon digital atau saluran telepon untuk mengirimkan data, video, dan suara. Pengguna dapat mengakses ISDN melalui sambungan dial-up. ISDN line terdiri dari dua saluran pada satu pasangan dari kawat, yang disebut saluran B, yang secara terpisah dapat mendukung kecepatan sampai dengan 64 Kbps. Saluran ini dapat dikombinasikan untuk memberikan efektif bandwidth 128 Kbps. ISDN line juga dilengkapi dengan kontrol saluran, yang disebut saluran D.</p>
<p><strong>Regular telephone lines</strong>     <br />Saluran telepon biasa adalah cara yang umum dan banyak digunakan untuk melakukan koneksi ke salah satu penyedia layanan Internet (ISP), menggunakan modem internal maupun eksternal yang mengkonversi data digital ke data analog. Jenis Modem ini hanya mampu mengirimkan data analog. Biasanya, bandwidth maksimum yang ditawarkan modem ini adalah 56 Kbps, namun rata-rata nilai yang sebenarnya akan cenderung setengah ini. Hal ini bahkan terlalu lambat untuk sebagian besar pengguna rumah, sehingga merupakan alasan utama mengapa teknologi seperti ISDN semakin populer.</p>
<p><strong>Satellite access</strong>     <br />Satelit akses menyediakan koneksi Internet berkecepatan tinggi dan lebih berguna jika digunakan pada daerah terpencil yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kabel.</p>
<p><strong>Wireless access </strong>    <br />Wireless Access banyak digunakan untuk perangkat komunikasi yang tidak memerlukan kabel. Akses nirkabel biasa digunakan untuk ponsel &#8211; seperti telepon selular &#8211; dan untuk akses internet di lokasi terpencil ketika transmisi menggunakan kabel mustahil untuk dilakukan. Koneksi ini tidak seperti menggunakan kabel data, karena memiliki biaya yang mahal, dan rentan terhadap faktor-faktor lingkungan.</p>
<p align="justify">Berikut ini contoh-contoh koneksi lain yang ada.</p>
<p align="justify"><strong>Asymmetric digital subscriber line (ADSL)</strong>     <br />640 Kbps upstream dan up to 6.1 Mbps downstream</p>
<p align="justify"><strong>Asynchronous transfer mode (ATM) </strong>25, 45, 155 or 622 Mbps     <br />Used in LAN backbones</p>
<p><strong>Ethernet</strong> 10 Mbps to 1 Gbps </p>
<p><strong>Fiber distributed data interface (FDDI) </strong>100 Mbps</p>
<p><strong>Fractional T1 </strong>The number of channels of the T1 leased times 64 Kbps but less than full T1 (1.544 Mbps)     <br />Enterprises who do not need the bandwidth of a full T1 line</p>
<p><strong>Frame relay</strong> 56 Kbps to 45 Mbps     <br />Corporate WANs – for businesses that need to communicate internationally</p>
<p><strong>G.Lite (also known as DSL Lite)</strong> From 1.544 to 6 Mbps (upstream) and 128 to 384 Kbps (downstream)</p>
<p><strong>GSM mobile telephone service</strong> 9.6 to 14.4 Kbps     <br />Wireless technology used for mobile telephones</p>
<p><strong>High-bit-rate DSL (HDSL)</strong> Up to 3 Mbps     <br />Symmetric (equal upstream and downstream bandwidths) DSL technology, used to provide dedicated WAN links for businesses</p>
<p><strong>Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11b (wireless)</strong> 5.5 Mbps or 11 Mbps     <br />A popular wireless technology, widely used in wireless LANs (WLANs)</p>
<p><strong>IEEE 802.11a (wireless)</strong> Up to 54 Mbps     <br />Considered as the successor to 802.11b, but incompatible with it</p>
<p><strong>Integrated services digital network DSL (IDSL)</strong> 128 Kbps     <br />Home users who cannot use ADSL or HDSL</p>
<p><strong>Integrated services digital network (ISDN)</strong> 64 Kbps to 128 Kbps     <br />Home users and small enterprises</p>
<p><strong>Regular telephone (POTS, plain old telephone service)</strong> Up to 56 Kbps     <br />Uses a modem to connect a home to an ISP</p>
<p><strong>Synchronous optical network (SONET)</strong> 51, 155, 622, 1244, or 2480 Mbps     <br />Most suited for backbones, different set of SONET signaling rates represented by optical carrier (OC) levels, ranging from OC-1 (52 Mbps) to OC-256 (9.6 Gbps)</p>
<p><strong>T1</strong> 1.544 Mbps     <br />Connections between large companies and branch offices or an ISP</p>
<p><strong>T3</strong> 45 Mbps     <br />Corporations that transmit large amounts of data, and require the increased bandwidth</p>
<p><strong>Token Ring </strong>4 or 16 Mbps     <br />Most suited for LANs, but eclipsed by Ethernet, considered a legacy technology</p>
<p><strong>Very-high-rate DSL (VDSL)</strong> Up to 55 Mbps (upstream) and 2.3 Mbps (downstream) over short distances (less than a mile)     <br />Emerging DSL technology</p>
<p><strong>X.25 </strong>Up to 2 Mbps, but typically 64 Kbps     <br />Communication between mainframes and “dumb” client terminals, largely replaced by other technologies, but still used in specialist financial application.</p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/08/jargon-komputer-bandwidth-pada-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jargon Komputer : Ping</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/jargon-komputer-ping/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/jargon-komputer-ping/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[PC Jargon]]></category>
		<category><![CDATA[Review & Reference]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda ?]]></category>
		<category><![CDATA[icmp]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[ping]]></category>
		<category><![CDATA[ping command]]></category>
		<category><![CDATA[Share Our Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/jargon-komputer-ping/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Ping adalah sebuah utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas antar jaringan melalui sebuah protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) dengan cara mengirim sebuah paket Internet Control Message Protocol (ICMP) kepada alamat IP yang hendak diuji coba konektivitasnya. Nama Perintah “ping” diambil dari istilah sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan bunyi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="ping-command" style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" height="118" alt="ping-command" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/04/pingcommand.gif" width="427" /> </p>
<p align="justify">Ping adalah sebuah utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas antar jaringan melalui sebuah protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) dengan cara mengirim sebuah paket Internet Control Message Protocol (ICMP) kepada alamat IP yang hendak diuji coba konektivitasnya. Nama Perintah “<strong>ping</strong>” diambil dari istilah sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan bunyi ping ketika menemukan sebuah objek.</p>
<p align="justify">Ping yang bagus akan menampilkan pesan “reply” pada layar monitor. tetapi jika menampilkan pesan “Request Time Out” berarti konektivitas antar dua komputer tidak terjadi. Kualitas koneksi dinilai berdasarkan besarnya waktu pergi &#8211; pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang (packet loss). Berarti semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas koneksinya.</p>
<p> <span id="more-1304"></span>
<p align="justify"><strong>Beberapa parameter yang terdapat dalam perintah ping :</strong></p>
<p align="justify">(<em>untuk menampilkan parameter dari perintah ping anda cukup mengetikkan “ping” atau “ping /?” pada Command Prompt</em>)</p>
<p><img title="ping-help" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="232" alt="ping-help" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/04/pinghelp.png" width="480" border="0" /></p>
<p><strong>Contoh Penggunaan Perintah Ping</strong></p>
<p><strong><em>Semua Opsi pada perintah ping adalah Case Sensitif, t harus ditulis t, bukan T</em></strong></p>
<p><strong>ping /?</strong>    <br />Digunakan untuk menampilkan opsi bantuan seperti gambar diatas.</p>
<p><strong>ping 202.134.0.155</strong>    <br />Menguji konektivitas dengan Host IP 202.134.0.155</p>
<p><strong>ping –t 202.134.0.155</strong>    <br />Melakukan perintah ping ke host tujuan terus menerus sampai dihentikan. Untuk melihat statistic dan melanjutkan tekan <strong>Control+Break</strong> sedangkan untuk menghentikan proses tekan <strong>Control+C</strong>.</p>
<p align="justify">Pinging 202.134.0.155 with 32 bytes of data:</p>
<p>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=78ms TTL=245   <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=82ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=77ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=80ms TTL=245    <br />dst………..</p>
<p align="justify"><strong>ping –a 202.134.0.155</strong>    <br />Melakukan perintah ping dan mencari nama host dari komputer tujuan</p>
<p>Pinging <strong>nsjkt1.telkom.net.id</strong> [202.134.0.155] with 32 bytes of data: </p>
<p>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=77ms TTL=245   <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=76ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=75ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=78ms TTL=245</p>
<p><strong>ping –n 5 202.134.0.155     <br /></strong>Melakukan perintah ping dengan menentukan jumlah request echo. Defaultnya tanpa –n adalah 4.</p>
<p>Pinging 202.134.0.155 with 32 bytes of data: </p>
<p><em><font color="#ff0000"><strong>1. </strong></font></em>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=91ms TTL=245    <br /><em><font color="#ff0000"><strong>2. </strong></font></em>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=78ms TTL=245    <br /><em><font color="#ff0000"><strong>3. </strong></font></em>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=77ms TTL=245    <br /><em><font color="#ff0000"><strong>4. </strong></font></em>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=78ms TTL=245    <br /><em><font color="#ff0000"><strong>5. </strong></font></em>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=75ms TTL=245</p>
<p><strong>ping –l 100 202.134.0.155     <br /></strong>Melakukan perintah ping dengan mengirimkan paket data sebesar 1000 bytes. Secara default paket yang dikirimkan sebesar 32 bytes. Maximum paket yang bisa dikirimkan sebesar 65,527 bytes</p>
<p>Pinging 202.134.0.155 with 1000 bytes of data: </p>
<p>Reply from 202.134.0.155: bytes=1000 time=419ms TTL=245   <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=1000 time=246ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=1000 time=241ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=1000 time=343ms TTL=245</p>
<p><strong>ping –w 10000 202.134.0.155     <br /></strong>Mengatur Timeout dalam milliseconds untuk menunggu pada tiap-tiap reply. Jika pesan yang ditampilkan adalah “Request Time Out”, maka dengan menggunakan opsi atau parameter ini jarak antar pesan “RTO” adalah seperti yang telah kita atur. Secara Default waktu time outnya adalah 4000 millisecond (4 detik) Jika dirubah dengan angka 10000 = 10 detik.</p>
<p>Pinging 202.134.0.155 with 32 bytes of data: </p>
<p>Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=302ms TTL=245   <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=323ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=199ms TTL=245    <br /><strong><font color="#ff0000">(10 detik)</font> </strong>Request timed out.    <br /><strong><font color="#ff0000">(10 detik)</font></strong> Request timed out.    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=117ms TTL=245    <br />Reply from 202.134.0.155: bytes=32 time=291ms TTL=245</p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/05/jargon-komputer-ping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur IP Address Jaringan dengan NetSetMan</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/mengatur-ip-address-jaringan-dengan-netsetman/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/mengatur-ip-address-jaringan-dengan-netsetman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Freeware]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[freeware]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[netsetman]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[Share Our Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/mengatur-ip-address-jaringan-dengan-netsetman/</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita memiliki banyak jaringan yang terhubungan dengan komputer atau laptop baik itu dikantor, sekolah, dirumah ataupun ditempat lainnya, tentu saja agak sedikit merepotkan untuk melakukan perubahan konfigurasi pada kartu jaringan. Mungkin tidak semua pengaturan ip address dari setiap tempat tersebut bisa kita ingat.
Untuk membantu kita dengan mudah melakukan perubahan konfigurasi jaringan pada komputer dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Jika kita memiliki banyak jaringan yang terhubungan dengan komputer atau laptop baik itu dikantor, sekolah, dirumah ataupun ditempat lainnya, tentu saja agak sedikit merepotkan untuk melakukan perubahan konfigurasi pada kartu jaringan. Mungkin tidak semua pengaturan ip address dari setiap tempat tersebut bisa kita ingat.</p>
<p align="justify">Untuk membantu kita dengan mudah melakukan perubahan konfigurasi jaringan pada komputer dan laptop, dapat menggunakan aplikasi gratis (freeware) yang disebut <a href="http://www.netsetman.com/index.php?s=nsm"><strong>NetSetMan</strong></a>. NetSetMan dapat dengan cepat dan mudah untuk berpindah antar konfigurasi jaringan yang berbeda.&#160; Aplikasi ini menyediakan 6 Profil yang bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari Koneksi melalui router, modem, mobile, access point, dll.</p>
<p align="justify">&#160;<img title="netsetman01" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="309" alt="netsetman01" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/04/netsetman01.png" width="460" border="0" /> </p>
<p><span id="more-1249"></span></p>
<p>Anda dapat memilih opsi-opsi yang diperlukan untuk mengatur dari 6 jaringan :</p>
<ul>
<li>IP Address </li>
<li>Subnet Mask </li>
<li>Default Gateway </li>
<li>DNS Server </li>
<li>WINS Server </li>
<li>Computer Name </li>
<li>Workgroup </li>
<li>DNS Domain </li>
<li>Default Printer </li>
<li>Network Drives </li>
<li>NIC Status </li>
<li>SMTP Server</li>
<li>Hosts File Entries </li>
<li>Scripts </li>
</ul>
<p>Konfigurasi NetSetMan juga dapat kita lihat dari system tray.</p>
<p><img title="netsetman02" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="366" alt="netsetman02" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/04/netsetman02.png" width="268" border="0" /> </p>
<p align="justify">Semua konfigurasi akan disimpan secara otomatis dalam sebuah file (<em>settings.ini</em>), sehingga mengizinkan kita untuk dapat menggunakannya kembali dilain waktu atau digunakan pada komputer lain.</p>
<p><a href="http://www.netsetman.com/stats/getfile.php?id=1" target="_blank" rel="nofollow"><strong>Download NetSetMan</strong></a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/04/mengatur-ip-address-jaringan-dengan-netsetman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Add-On untuk Pencinta PuTTY (I Love PuTTY)</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/5-add-on-untuk-pencinta-putty-i-love-putty/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/5-add-on-untuk-pencinta-putty-i-love-putty/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Freeware]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[freeware]]></category>
		<category><![CDATA[pcguru]]></category>
		<category><![CDATA[putty]]></category>
		<category><![CDATA[remote login]]></category>
		<category><![CDATA[Share Our Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[ssh client]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/5-add-on-untuk-pencinta-putty-i-love-putty/</guid>
		<description><![CDATA[ PuTTY adalah salah satu software gratis terbaik sebagai SSH Client untuk Platform Windows. Bagi seorang administrator, tentu saja tidak ada yang tidak mengenal dengan PuTTY. (Awas kepleset nyebut he..3x   ).
Tetapi dengan kesederhanaan fasilitas yang dimiliki oleh software ini, masih banyak hal yang agak menyulitkan kita untuk menggunakannya. Nah sekarang bagaimana kalo kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="PuTTY Logo" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="184" alt="putty-logo" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/03/puttylogo.png" width="200" align="left" border="0" /> PuTTY adalah salah satu software gratis terbaik sebagai SSH Client untuk Platform Windows. Bagi seorang administrator, tentu saja tidak ada yang tidak mengenal dengan PuTTY. (Awas kepleset nyebut he..3x <img src='http://pcguru.okihelfiska.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p align="justify">Tetapi dengan kesederhanaan fasilitas yang dimiliki oleh software ini, masih banyak hal yang agak menyulitkan kita untuk menggunakannya. Nah sekarang bagaimana kalo kita coba menambah fasilitas dan fungsi yang ada pada PuTTY untuk membuatnya lebih mudah digunakan.</p>
<p align="justify">Sebelum menggunakan 5 add-on yang ada ini, pastikan dahulu bahwa dikomputer ada sudah terdapat <a title="PuTTY" href="http://www.chiark.greenend.org.uk/%7Esgtatham/putty/" target="_blank" rel="tag">PuTTY</a>. Jika belum ada silahkan di download dahulu. Sekarang silahkan dibaca dahulu kegunaan dari add-on yang ada dibawah ini, Jika ingin mencoba semuanya, silahkan download satu-persatu.</p>
<p><span id="more-1039"></span></p>
<p align="justify"><strong><img title="puttyoriginal" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="445" alt="puttyoriginal" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/03/puttyoriginal.png" width="460" border="0" /> </strong></p>
<p align="center"><strong>Gambar PuTTY Standard / Original</strong></p>
<p align="justify">5 Add-On Untuk PuTTY :</p>
<p align="justify"><strong>1. </strong><a href="http://puttycm.free.fr/"><strong>PuTTY Connection Manager</strong></a></p>
<p align="justify"><a href="http://puttycm.free.fr/">PuTTYCM </a>memiliki fitur untuk menyimpan sessian yang terdapat pada putty. Kita dapat menampilkan semua session yang ada pada session tab.&#160; Ketika kita pertama kalinya menjalankan PuTTYCM, anda akan diminta untuk menentukan lokasi dari File PuTTY.exe yang aslinya. Add-on ini membutuhkan Framework.NET 2.0 yang sudah terinstal pada komputer anda.</p>
<p align="justify">Dibawah ini adalah gambar ketika PuTTYCM digunakan. Sebelumnya saya sudah menyimpan 3 session untuk mengkonfigurasikan server yang ada, seperti list yang terlihat pada sebelah kanan dalam gambar. Dengan menggunakan Add-On ini kita bisa sekaligus mengecek server yang kita miliki.</p>
<p align="justify"><img title="PuTTY Connection Manager" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="360" alt="PuTTY Connection Manager" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/03/puttycm.png" width="454" border="0" /> </p>
<p align="justify"><strong>2. </strong><a href="http://www.xs4all.nl/%7Ewhaa/putty/"><strong>PuTTYtray</strong></a></p>
<p align="justify">Jika anda menggunakan <a href="http://www.xs4all.nl/%7Ewhaa/putty/">PuTTYtray</a>, anda dapat me-minimize Jendela PuTTY ke system tray pada Windows. Secara default, original PuTTY menyimpan informasi session kedalam Windows Registry. Berarti akan susah untuk memindahkan session pada PuTTY dari satu komputer ke komputer lain. Tetapi jika anda menggunakan PuTTYtray, hal ini dapat dilakukan, anda tinggal mengkopikan file yang tersimpan didalam folder sessions. </p>
<p align="justify">Sebelumnya anda harus memilih radio button “<em><strong>Sessions from file</strong></em>” sebelum membuat session yang baru. Setelah itu, barulah folder session akan tercipta, didalamnya terdapat file yang bisa kita kopikan ke komputer mana saja.</p>
<p align="justify"><img title="PuTTYtray" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="445" alt="PuTTYtray" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/03/puttytray.png" width="460" border="0" /> </p>
<p><strong>3. </strong><a href="http://www.raisin.de/putty-tabs/putty-tabs.html"><strong>PuttyTabs</strong></a></p>
<p align="justify"><a href="http://www.raisin.de/putty-tabs/putty-tabs.html">PuttyTabs </a>akan menampilkan session pada PuTTY dengan tampilan tab yang melayang. Untuk memilih session, klik pada gambar komputer di sudut sebelah kiri dalam gambar. Nantinya akan menampilkan session yang sudah pernah dilakukan.</p>
<p align="justify">Untuk menggunakan PuTTYTabs ini, langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi file putty yang asli. Untuk melakukannya, klik pada tulisan “<strong>PuttyTabs”</strong> pada bagian kiri atas aplikasi, kemudian pilih “<strong>Configurations..</strong>”, lalu browse letak file putty.exe disimpan. PuttyTabs membutuhkan Framework.NET 2.0 untuk menjalankanya.</p>
<p align="justify"><img title="PuTTYtabs" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="157" alt="PuTTYtabs" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/03/puttytabs.png" width="312" border="0" /> </p>
<p align="justify"><strong>4. </strong><a href="http://www.millardsoftware.com/puttycs"><strong>PuTTY Command Sender</strong></a></p>
<p align="justify"><a href="http://www.millardsoftware.com/puttycs">PuTTYCS </a>memberikan kemudahan untuk melakukan konfigurasi pada banyak server hanya dengan memberikan satu perintah dari satu terminal. Ngerti nggak yaa ? He…3x Biar lebih jelas lagi maksud diatas, anda dapat mengirimkan perintah linux ke jendela putty yang sedang dijalankan pada saat yang sama. Sebagai contoh, kita memberikan perintah seperti dibawah ini :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p1039code2'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p10392"><td class="code" id="p1039code2"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">cd</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>squid</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">pada tool PuTTYCS. Hasilnya anda bisa lihat sendiri, bawah pada semua jendela PuTTY yang sedang anda jalankan, akan melakukan perintah yang sama.</p>
<p align="justify">Sungguh asik bukan ? Untuk memudahkan dalam pemilihan jendela yang akan diatur, kita dapat menambahkan pada menu <font color="#800000"><strong>Filter</strong></font>. Secara default Filter akan aktif adalah dengan Pilihan : <strong><font color="#800000">All PutTTYs</font></strong>. Dengan mengatur filter kita bisa memilih server mana saja yang akan dikonfigurasikan.</p>
<p><img title="PuTTY Command Sender" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="293" alt="PuTTY Command Sender" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/03/puttycs.png" width="391" border="0" /> </p>
<p align="justify"><strong>5. </strong><a href="http://www.pocketputty.net/index.html"><strong>PocketPuTTY</strong></a></p>
<p align="justify"><a href="http://www.pocketputty.net/index.html">PocketPuTTY </a>hanya bisa digunakan pada PDA dengan System Operasi Windows Mobile 2003/5.0. Add-On ini khusus bagi admin yang ingin melakukan remote login ke server melalui PDA atau sejenisnya.</p>
<p align="justify"><img title="PocketPutty" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="302" alt="PocketPutty" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/03/pocketputty.jpg" width="248" border="0" /></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/5-add-on-untuk-pencinta-putty-i-love-putty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Jaringan (Networking) secara Virtual</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/belajar-jaringan-networking-secara-virtual/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/belajar-jaringan-networking-secara-virtual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Review & Reference]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[iNetwork]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[lan]]></category>
		<category><![CDATA[network simulator]]></category>
		<category><![CDATA[simulator]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/belajar-jaringan-networking-secara-virtual/</guid>
		<description><![CDATA[ Tidak banyak diantara pengguna komputer yang mengerti tentang jaringan. Mungkin kalau hanya sekedar sharing folder dan printer, semua pengguna komputer saat ini harus bisa menjawab tantangan ini. Nah untuk belajar yang lebih jauh tentang jaringan, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Asal mau buatkan saya kopi, ntar diajarkan deh …   Just Kidding. Banyak solusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="network" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="network" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/network.jpg" width="240" align="left" border="0" /> Tidak banyak diantara pengguna komputer yang mengerti tentang jaringan. Mungkin kalau hanya sekedar sharing folder dan printer, semua pengguna komputer saat ini harus bisa menjawab tantangan ini. Nah untuk belajar yang lebih jauh tentang jaringan, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Asal mau buatkan saya kopi, ntar diajarkan deh … <img src='http://pcguru.okihelfiska.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Just Kidding. Banyak solusi yang bisa kita dapatkan untuk maju. Diantaranya bisa mencari referensi dari internet, beli buku di toko buku, tanya sama yang paham, dari majalah, atau ambil kursus paket seperti CCNA. Tentu saja perlu pengorbanan sedikit ya tuk rogoh isi dompet.</p>
<p align="justify">Ada satu project pembelajaran yang interaktif dan virtual yang menurut saya sangat bagus bagi kita untuk memahami suatu jaringan. Project ini berupa sebuah aplikasi yang disebut dengan <a href="http://services.eng.uts.edu.au/~kumbes/iNetwork.htm" target="_blank"><strong>iNetwork</strong></a>. iNetwork merupakan interaktif learning yang mengajarkan pengguna tentang jaringan. Aplikasi ini dikembangkan di University of Technology Sydney (UTS) oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan sarjananya, diantaranya Minh Trieu, Joel Baltaks, Melissa Ye, John Ton, Peter Huynh, Peter Luong. Ada yang kenal gak ya …. <img src='http://pcguru.okihelfiska.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-960"></span></p>
<p align="justify">iNetwork dibuat menggunakan bahasa C# .NET Framework. Cara menggunakannya juga sangat mudah, karena dibuat berbasis GUI. Jadi tinggal pake mouse dan klik–klik pada menu yang ada. Aplikasi ini portable, jadi tidak perlu melakukan instalasi, cukup melakukan ekstrak, kemudian jalankan file iNetwork Simulator.exe</p>
<p>Adapun fitur yang bisa digunakan pada versi ini adalah :</p>
<ul>
<li>User dapat dengan mudah membuat simulasi secara virtual dengan menggunakan perangkat-perangkat jaringan seperti Workstation, Wireless station, Cable, Switche, Router, Domain Name System (DNS) Server, Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) Server, Firewall, Access Points (APs), HTTP Sever dan juga SMTP server.</li>
<li>Memudahkan penggunakan untuk mengkonfigurasikan element yang ada, tinggal klik kanan pada network objek, akan muncul pilihan untuk konfigurasi.</li>
<li>
<div>Mengizinkan kita untuk menyimpan dan menggunakannya kembali.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Pengguna dapat menguji dengan menggunakan perintah seperti ping, tracert, route, arp, ipconfig.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Memiliki tampilan dan fungsi seperti DOS dan Ethereal untuk melihat fungsi dari virtual network.</div>
</li>
</ul>
<p>Untuk memudahkan kita mempelajari aplikasi ini, sudah disediakan panduan aktivitas labor seperti :</p>
<ol>
<li>Introduction to the iNetwork Simulator</li>
<li>Static IP Addressing &amp; Subnetting</li>
<li>Dynamic IP Addressing (DHCP)</li>
<li>IP name resolution (DNS)</li>
<li>Static Routing</li>
<li>Dynamic Routing (RIPv1) </li>
<li>Firewall Configuration &amp; Simulation</li>
<li>HTTP Server Simulation</li>
<li>SMTP Server Simulation</li>
<li>Wireless Networks</li>
</ol>
<p>Wah pasti udah penasarankan untuk mencoba iNetwork ? Sebelum mencoba ada baiknya kita liat preview dari aplikasi ini.</p>
<p>Main Menu (Tampilan Utama)</p>
<p><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/02/inetwork01.png"><img title="inetwork01" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="450" alt="inetwork01" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork01-thumb.png" width="450" border="0" /></a> </p>
<p>Menu menambahkan dan menghubungkan perangkat</p>
<p><img title="inetwork02" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="147" alt="inetwork02" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork02.png" width="331" border="0" /> </p>
<p>13 Jenis Perangkat Jaringan</p>
<p><img title="inetwork03" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="335" alt="inetwork03" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork03.png" width="404" border="0" /> </p>
<p>Menu mengkonfigurasikan Device</p>
<p><img title="inetwork04" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="240" alt="inetwork04" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork04.png" width="177" border="0" /> </p>
<p>Mengkonfigurasikan Workstation</p>
<p><img title="inetwork05" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="377" alt="inetwork05" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork05.png" width="470" border="0" /> </p>
<p align="justify">Tool Command Prompt untuk menguji jaringan. Perintah yang berlaku hanya ping, tracert, route, arp, dan ipconfig. Jadi jangan mencoba mengetikkan perintah dos yang lain, karena ini hanya virtual.</p>
<p align="justify"><img title="inetwork06" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="233" alt="inetwork06" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork06.png" width="470" border="0" /> </p>
<p align="justify">Tampilan Log aktivitas dari simulasi</p>
<p><img title="inetwork07" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="477" alt="inetwork07" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork07.png" width="470" border="0" /> </p>
<p>Menu menyimpan atau membuka file.</p>
<p><img title="inetwork08" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="354" alt="inetwork08" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork08.png" width="470" border="0" /> </p>
<p>Contoh Jaringan Kabel</p>
<p><img title="inetwork09" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="197" alt="inetwork09" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork09.png" width="450" border="0" /> </p>
<p>Contoh Jaringan Wireless</p>
<p><img title="inetwork10" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="337" alt="inetwork10" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork10.png" width="450" border="0" /> </p>
<p>QUIS</p>
<p><img title="inetwork11" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="427" alt="inetwork11" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/inetwork11.png" width="470" border="0" /> </p>
<p>Jadi selain simulasi iNetwork juga menyediakan Quiz untuk menilai hasil belajar kita. Sunggu asikkan ? Tunggu apalagi, ayo buruan di download.</p>
<p>Download &quot;iNetwork Simulator.zip&quot;   <br /><a href="http://services.eng.uts.edu.au/~kumbes/capstone/iNetwork/iNetwork.zip">http://services.eng.uts.edu.au/~kumbes/capstone/iNetwork/iNetwork.zip</a></p>
<p>Software yang harus dipersiapkan jika ingin menggunakan iNetwork Simulator</p>
<ul>
<li>Sistem Operasi Windows 2000/XP </li>
<li><a href="http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=0856EACB-4362-4B0D-8EDD-AAB15C5E04F5&amp;displaylang=en" target="_blank">Microsoft .NET Framework</a> versi 1.1/lebih.</li>
</ul>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/03/belajar-jaringan-networking-secara-virtual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi Web Server Pada Debian Woody</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 19:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Server]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/</guid>
		<description><![CDATA[ Web Server merupakan sebuah server yang berfungsi menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien yang menggunakan aplikasi web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web server yang sekarang cukup terkenal dan bersifat open source adalah Apache. Sedangkan Internet Information Service (IIS) merupakan web server yang dikeluarkan oleh Microsoft [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="debian-logo" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="114" alt="debian-logo" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/debianlogo.png" width="93" align="left" border="0" /> Web Server merupakan sebuah server yang berfungsi menerima permintaan HTTP/HTTPS dari klien yang menggunakan aplikasi web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web server yang sekarang cukup terkenal dan bersifat open source adalah Apache. Sedangkan Internet Information Service (IIS) merupakan web server yang dikeluarkan oleh Microsoft dengan lisensi Microsoft pula.</p>
<p><span id="more-899"></span></p>
<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/02/webserver.gif"><img title="webserver" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="475" alt="webserver" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/webserver-thumb.gif" width="450" border="0" /></a> </p>
<p align="justify">Apache merupakan web server yang handal dan dapat berjalan baik pada platform yang berbeda (Misalnya : Linux, Windows dll), sedangkan IIS hanya dapat beroperasi pada sistem operasi Windows Saja. Disini saya beranggapan bahwasanya anda telah mengkonfigurasi DNS server dan siap untuk digunakan. Sebelum mengkonfigurasi web server, terlebih dahulu instal paket untuk web server. Ingat, untuk paket dan versi yang anda gunakan, sesuaikan dengan kebutuhan server anda. Disini saya hanya menjelaskan tentang konfigurasi yang intinya saja.</p>
<p align="justify">Untuk kelanjutannya, tunggu artikel/tutorial saya yang berikutnya. Cara mengistal paket Web server (saya nginstalnya langsung sekali gus)</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code13'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89913"><td class="code" id="p899code13"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">apt-get</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">install</span> apache php4 mysql</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Setelah terinstal paket-paket diatas tersebut, yang pertama yang harus anda lakukan adalah mengkonfigurasi file : <strong>httpd.conf</strong> yang berada didalam direktori <strong>/etc/apache</strong>.</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code14'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89914"><td class="code" id="p899code14"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">vi</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>apache<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>httpd.conf</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Kemudian cari script dibawah ini dan hilangkan tanda (#) didepan script tersebut untuk mengaktifkannya</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code15'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89915"><td class="code" id="p899code15"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #666666; font-style: italic;">#LoadModule php4_module /usr/lib/apache/1.3/libphp4.so</span></pre></td></tr></table></div>

<p>menjadi</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code16'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89916"><td class="code" id="p899code16"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">LoadModule php4_module <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>usr<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>lib<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>apache<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span><span style="color: #000000;">1.3</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>libphp4.so</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Ingat, ini ada kaitannya dengan konfigurasi php, biasanya baris ini sudah secara otomatis diaktifkan atau tanda (#) nya sudah dihapus secara otomatis, jadi anda tinggal memeriksa saja apakah sudah aktif atau belum. Jika belum, silahkan hapus tanda (#) untuk mengaktifkan script tersebut. Setelah itu cari baris <strong>port</strong> dan sesuaikan dengan port yang akan anda terapkan pada web server anda. Dalam hal ini default portnya adalah port 80. Setelah itu cari juga baris <strong>ServerAdmin</strong> dan ganti dengan alamat email admin yang menangani masalah web server yang anda punya. Ex :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code17'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89917"><td class="code" id="p899code17"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">port <span style="color: #000000;">80</span>
ServerAdmin webmaster<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span>ayel-blog.org</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Jangan lupa cari juga baris <strong>ServerName</strong>, isikan sesuai dengan servername yang ada pada server DNS yang anda buat sebelumnya, hal ini ada kaitannya dengan posting mengenai <strong>Konfigurasi DNS Server Pada Debian Woody</strong>, dan yang saya buat berikut ini sesuai dengan postingan sebelumnya. Kemudian tambahkan <strong>index.php</strong> atau file yang anda inginkan untuk dibaca secara otomatis didalam <strong>DirectoryIndex</strong>, dalam hal ini maksud kita menambahkan <i>index.php</i> agar supanya file <i>index.php</i> yang berada di dalam direktori <strong>public_html</strong> terbaca secara otomatis. Anda juga Bisa menambahkan nama file yang lain sesuai dengan yang anda inginkan atau nama file index yang sering digunakan, misalnya : home.html, index.asp, index.ayel dan lain-lain). Ex: </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code18'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89918"><td class="code" id="p899code18"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">DirectoryIndex index.html index.htm index.php home.html</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Setelah menambahkan file <i>index</i> diatas, langkah selanjutnya tambahkan baris dibawah ini pada baris terakhir dari file <i>httpd.conf</i>. Ex :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code19'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89919"><td class="code" id="p899code19"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">NameVirtualHost 172.28.14.1
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;</span>virtualhost 172.28.14.1<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span>
ServerName ayel-blog.org
ServerAlias www.ayel-blog.org
DocumentRoot <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>home<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>ayel<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>public_html
ServerAdmin webmaster<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span>ayel-blog.org
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;/</span>virtualhost<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span>
&nbsp;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;</span>virtualhost<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span>
ServerName blog.ayel-blog.org
DocumentRoot <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>home<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>blog<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>public_html
ServerAdmin webmaster<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span>ayel-blog.org
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;/</span>virtualhost<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&gt;</span></pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Script diatas merupakan script minimalis yang ada pada web server yang akan anda buat. Jangan lupa untuk menggantikan alamat domain sesuai dengan yang anda punya. Misalkan pada domain ayel-blog.org, silahkan ganti dengan yang anda punya dan sesuaikan pula dengan IP yang sudah anda set terlebih dahulu. Jika anda ingin menambahkan lagi VirtualHost, silahkan tambah pada akhir baris selanjutnya sesuai dengan domain yang telah anda buat pada file database dns anda. Setelah selesai, simpan hasil konfigurasi anda dan buatlah direktori <strong>public_html</strong> didala direktori <strong>/etc/skel</strong>. Caranya : </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code20'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89920"><td class="code" id="p899code20"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">mkdir</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>skel<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>public_html</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Fungsi dari kita membuat direktori <strong>public_html</strong> di dalam direktori <strong>/etc/skel</strong> adalah agar pada saat kita menambahkan/membuat user baru, direktori <strong>public_html</strong> akan secara otomatis di tambahkan didalam direktori usernya <i>/home/nama_user/public_html</i>. Langkah selanjutnya adalah menambahkan/membuat user baru (user <i>ayel</i> dan user <i>blog</i>), caranya : </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code21'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89921"><td class="code" id="p899code21"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">adduser ayel <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>enter, dan isikan passwordnya<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span>
adduser blog <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>enter, dan isikan passwordnya<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span></pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">
  <br />Setelah semuanya selesai, jangan lupa untuk merestart web server anda dengan menggunakan perintah : </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p899code22'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89922"><td class="code" id="p899code22"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>init.d<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>apache restart</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Setelah anda selesai merestart web server anda, langkah selanjutnya adalah menguji web server yang telah anda buat. Caranya, buka web browser anda (Misalnya : Internet Exploreer, Opera, Firefox, dll) dan ketikkan diaddress <strong>http://www.ayel-blog.org</strong>. Jika pada tampilan web browser anda yang keluar adalah <strong><i>Index Of</i></strong>, maka web server anda sudah jalan, dan langkah selanjutnya anda tinggal meng upload data-data web yang anda punya.</p>
<p align="justify">Source Via : <a href="http://tengkukhairil.blogspot.com" target="_blank">http://tengkukhairil.blogspot.com</a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-web-server-pada-debian-woody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi DNS Server pada Debian Woody</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 16:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Linux Server]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>
		<category><![CDATA[dns server]]></category>
		<category><![CDATA[domain name system]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/</guid>
		<description><![CDATA[ Server Domain Name System (DNS) merupakan server yang menterjemahkan dari penamaan ke IP Address dan juga sebaliknya. DNS ini sangatlah perlu dalam dunia IT. Sebab jika tidak, orang-orang akan disulitkan dengan mengingat alamat-alamat dengan bentuk angka. Misalkan untuk server A alamatnya 10.28.3.25, server B alamatnya 202.100.1.23, server C alamatnya 192.29.34.200. Jika masih sedikit alamat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img title="logo_dns" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="149" alt="logo_dns" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/02/logo-dns.jpg" width="154" align="left" border="0" /> Server Domain Name System (DNS) merupakan server yang menterjemahkan dari penamaan ke IP Address dan juga sebaliknya. DNS ini sangatlah perlu dalam dunia IT. Sebab jika tidak, orang-orang akan disulitkan dengan mengingat alamat-alamat dengan bentuk angka. Misalkan untuk server A alamatnya 10.28.3.25, server B alamatnya 202.100.1.23, server C alamatnya 192.29.34.200. Jika masih sedikit alamat yang perlu diingat, mungkin saya rasa masih mudah. Coba bayangkan jika alamat penomoran tersebut lebih dari 100 nomor, tentu mebutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengingat alamat-alamat tersebut.</p>
<p><span id="more-896"></span></p>
<p align="justify">Saya ilustrasikan lagi tentang DNS ini, andaikan sebuah handphone yang memiliki 200 nomor kontak, jika yang punya handphone menghapal nomor kontak satu persatu, sangat membutuhkan memori yang besar dalam mengingatnya. Tapi coba bayangkan jika nomor kontak yang ada di handphone tersebut di buat sekalian nama orangnya dan tampil pada saat ditelpon yang keluar adalah namanya, pasti kita langsung mudah ingat siapa yang menelpon dari pada kita harus mengingat nomor akhir dari nomor handphone tersebut.</p>
<p align="justify"><span>Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang bagaimana cara kita mengkonfigurasi DNS pada server Linux Debian Woody. Tutorial ini saya buat sekalian untuk dokumentasi belajar saya jika suatu saat saya lupa akan ilmu-ilmu yang pernah saya pelajari.</span></p>
<p align="justify"><span>Pertama jangan lupa siapkan peralatan yang diperlukan, seperti pc server, CD debian Woody, dll. Disini saya menganggap bahwa server yang akan anda gunakan telah terinstall dengan sistem operasi Debian Woody. Jika belum, silahkan anda install terlebih dahulu.</span></p>
<p align="justify">Adapun paket yang kita gunakan adalah <strong>bind9</strong>. Paket ini telah ada pada CD bawaan Linux Debian. Untuk lebih jelasnya coba anda cek dengan menggunakan perintah <strong>dselect</strong>.</p>
<p align="justify">Setelah anda menemukan paket bind9 tersebut pada tampilan dselect, terserah anda mau menginstal paket lewat <strong>dselect</strong> atau lewat perintah <strong>apt-get install bind9</strong> (dalam hal ini saya menggunakan perintah <strong>apt-get install bind9</strong>).</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code29'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89629"><td class="code" id="p896code29"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">apt-get</span> <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">install</span> bind9</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai, masuk ke direktori bind yang berada dalam direktori etc. Gunakan perintah <strong>vi</strong> dan edit file <strong>named.conf</strong>. Yang perlu anda tambah adalah :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code30'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89630"><td class="code" id="p896code30"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">zone <span style="color: #ff0000;">&quot;ayel-blog.org&quot;</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#123;</span> 
<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">type</span> master; 
<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">file</span> <span style="color: #ff0000;">&quot;/etc/bind/db.aye&quot;</span>; 
<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#125;</span>;</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Ingat untuk <strong>ayel-blog.org</strong> hanya merupakan contoh dari saya. Anda tinggal menggantikan sesuai dengan yang anda inginkan. Script diatas bertujuan untuk membuat domain (baris <strong>zone</strong>) pada server dns yang kita punya, dengan nama domainnya adalah <strong>ayel-blog.org</strong>. Adapun lokasi penyimpanannya/databasenya terletak pada baris script <strong>file</strong>. Jadi didalam file <strong>db.ayel</strong> inilah berisikan tentang Host(A), Alias (CNAME), Pointer (PTR) dll. Lihat contoh dibawah ini :</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code31'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89631"><td class="code" id="p896code31"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">&nbsp;
;
; BIND data <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">file</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">for</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">local</span> loopback interface
;
<span style="color: #007800;">$TTL</span> <span style="color: #000000;">604800</span> 
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">@</span> IN SOA ayel-blog.org root.ayel-blog.org <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span> 
                   <span style="color: #000000;">1</span> ; Serial
              <span style="color: #000000;">604800</span> ; Refresh
               <span style="color: #000000;">86400</span> ; Retry
             <span style="color: #000000;">2419200</span> ; Expire
            <span style="color: #000000;">604800</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span> ; Negative Cache TTL
; 
                IN       NS     ayel-blog.org.
ns1             IN       A      172.28.14.1
172.28.14.1     IN       PTR    ns1
www             IN       CNAME  ns1</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Nah, untuk script diatas, penjelasannya sebagai berikut: <strong>NS</strong> di isi dengan dns yang telah kita buat pada file <strong>named.conf</strong> (ayel-blog.org). <strong>ns1</strong> merupakan script tambahan yang mana merupakan Host (A) dengan IP Address 172.28.14.1. <strong>PTR</strong> merupakan pointer, dalam hal ini untuk IP Address 172.28.14.1 diarahkan pada <strong>ns1</strong>. Selanjutnya <strong>www</strong> merupakan alias (CNAME) dari <strong>ns1</strong>. Untuk alias ini anda tinggal menambahkan sesuai dengan kebutuhan anda. Jika anda telah mengedit file db diatas, langkah selanjutnya simpan dan jalan servicenya.</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code32'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89632"><td class="code" id="p896code32"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>etc<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>init.d<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>bind9 restart</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Langkah selanjutnya, gunakan perintah <strong>nslookup nama_domain_anda</strong> untuk mengecek keberadaan domain yang baru saja anda buat atau anda dapat langsung menggunakan perintah <strong>ping nama_domain_anda</strong>. </p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code33'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89633"><td class="code" id="p896code33"><pre class="bash" style="font-family:monospace;">nslookup www.ayel-blog.org</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">atau</p>

<div class="wp_codebox_msgheader wp_codebox_hide"><span class="right"><sup><a href="http://www.ericbess.com/ericblog/2008/03/03/wp-codebox/#examples" target="_blank" title="WP-CodeBox HowTo?"><span style="color: #99cc00">?</span></a></sup></span><span class="left"><a href="javascript:;" onclick="javascript:showCodeTxt('p896code34'); return false;">View Code</a> BASH</span><div class="codebox_clear"></div></div><div class="wp_codebox"><table width="100%" ><tr id="p89634"><td class="code" id="p896code34"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">ping</span> www.ayel-blog.org</pre></td></tr></table></div>

<p align="justify">Jika setelah melakukan perintah <strong>nslookup www.ayel-blog.org</strong> anda melihat IP address domain yang anda buat tadi ada, maka konfigurasi dns anda telah selesai, atau jika mengguakan perintah <strong>ping</strong> koneksinya jalan, maka konfigurasi dns yang anda lakukan telah selesai dengan status berhasil.</p>
<p>Source Via : <a href="http://tengkukhairil.blogspot.com" target="_blank">http://tengkukhairil.blogspot.com</a></p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/02/konfigurasi-dns-server-pada-debian-woody/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat POE sederhana untuk Wifi Access Point</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/01/membuat-poe-sederhana-untuk-wifi-access-point/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/01/membuat-poe-sederhana-untuk-wifi-access-point/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 21:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mod N Hack]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Triks]]></category>
		<category><![CDATA[Weekend Project]]></category>
		<category><![CDATA[dc injector]]></category>
		<category><![CDATA[poe]]></category>
		<category><![CDATA[power over ethernet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2009/01/membuat-poe-sederhana-untuk-wifi-access-point/</guid>
		<description><![CDATA[ POE atau Power Over Ethernet digunakan untuk mengalirkan arus listrik ke perangkat seperti Wifi Access Point yang Outdoor. Biasanya sebuah AP sudah dilengkapi dengan POE khusus dari pembuatnya. Tetapi jika kita memodifikasi AP Indoor diletakkan di Outdoor, tentu saja AP Indoor tidak dilengkapi dengan POE. Bisa anda bayangkan bagaimana membuat kabel listrik yang ditarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" title="poe" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/poe.jpg" border="0" alt="poe" width="150" height="150" align="left" /> POE atau <strong>Power Over Ethernet</strong> digunakan untuk mengalirkan arus listrik ke perangkat seperti Wifi Access Point yang Outdoor. Biasanya sebuah AP sudah dilengkapi dengan POE khusus dari pembuatnya. Tetapi jika kita memodifikasi AP Indoor diletakkan di Outdoor, tentu saja AP Indoor tidak dilengkapi dengan POE. Bisa anda bayangkan bagaimana membuat kabel listrik yang ditarik sampai keatas tower. Belum lagi resiko yang ditimbulkan oleh listrik.</p>
<p align="justify"><strong>Bagaimana Prinsip Kerja POE ?</strong></p>
<p align="center"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/poedevicexi3.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/poedevicexi3-thumb.jpg" border="0" alt="" width="200" height="315" /></a> <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/poeqg6we2.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/poeqg6we2-thumb.jpg" border="0" alt="" width="188" height="315" /></a></p>
<p align="justify">Jika dilihat dari gambar diatas, POE yang sebenarnya adalah seperti yang ditunjukan oleh gambar 1. Sedangkan yang kedua adalah POE yang akan kita buat nantinya.</p>
<p><span id="more-807"></span></p>
<p align="justify"><strong>Bagaimana caranya untuk membuat POE gratisan ?</strong></p>
<p align="justify">Pertama yang perlu kita ketahui adalah mengerti dengan susunan Kabel UTP yang terhubung ke AP. Biasanya sebuah kabel UTP yang hanya digunakan untuk transmit dan receive data adalah kabel bernomor 1, 2, 3, 6. Jadi kabel yang bernomor 4, 5, 7, dan 8 tidak digunakan. Pada kabel inilah nantinya arus listrik dialirkan. Perhatikan gambar dibawah ini.</p>
<p align="justify"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/t-568b-to-t-568-straight.jpg" alt="" />Jika telah memahami urutan warna kabel diatas, kita tinggal membelah kulit dari kabel UTP di kedua sisi.</p>
<p align="justify"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" title="poe_layout" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/poe-layout.gif" border="0" alt="poe_layout" width="470" height="202" /></p>
<p align="justify">Jika sudah, ambil adaptor dari AP yang ada, kemudian potonglah kabel adaptor tersebut. Bagian yang terdapat adaptornya akan dipasangkan pada sisi kabel yang berada dibawah. Sedangkan kabel yang terdapat konektor power dipasangkan diatas atau dekat dengan AP nya. Sambungkan pin 4, 5 pada DC (+) Positif, dan pin 7, 8 pada DC (-) Negatif. Sehingga hasilnya bisa dilihat pada gambar.</p>
<p align="center"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/buatpoe01.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="buat-poe-01" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/buatpoe01-thumb.jpg" border="0" alt="buat-poe-01" width="224" height="168" /></a> <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/buatpoe02.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="buat-poe-02" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/buatpoe02-thumb.jpg" border="0" alt="buat-poe-02" width="224" height="168" /></a> <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/buatpoe03.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="buat-poe-03" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/buatpoe03-thumb.jpg" border="0" alt="buat-poe-03" width="224" height="169" /></a> <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/buatpoe04.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="buat-poe-04" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/buatpoe04-thumb.jpg" border="0" alt="buat-poe-04" width="224" height="169" /></a> <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/buatpoe05.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="buat-poe-05" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/buatpoe05-thumb.jpg" border="0" alt="buat-poe-05" width="224" height="169" /></a> <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2009/01/buatpoe06.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="buat-poe-06" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/buatpoe06-thumb.jpg" border="0" alt="buat-poe-06" width="224" height="169" /></a></p>
<p align="justify">Kemudian isolasi dengan bagus. Atau biar lebih aman gunakan isolasi rubber. Karena sambungan ini tidak boleh kena air. Jika ingin membuat yang lebih bagus lagi dapat merujuk pada situs <a title="http://www.wireless.org.au/~jhecker/poe/" href="http://www.wireless.org.au/~jhecker/poe/">http://www.wireless.org.au/~jhecker/poe/</a>.</p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2009/01/membuat-poe-sederhana-untuk-wifi-access-point/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Straight-Through Cable</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/mengenal-straight-through-cable/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/mengenal-straight-through-cable/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 17:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Review & Reference]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda ?]]></category>
		<category><![CDATA[cable]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[straight trough]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/mengenal-straight-through-cable/</guid>
		<description><![CDATA[Straight-Through kabel merupakan jenis kabel jaringan yang digunakan untuk menghubungkan perangkat komputer dengan hub ataupun switch, atau dalam arti kata menghubungan perangkat jaringan yang berbeda, seperti :

Switch to router  
Switch to PC atau server  
Hub to PC atau server

Contoh Implementasi menggunakan Kabel Straight
 

Kabel Pinout Straight-Trough

Dari gambar diatas, maka kita dapat melihat bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Straight-Through kabel merupakan jenis kabel jaringan yang digunakan untuk menghubungkan perangkat komputer dengan hub ataupun switch, atau dalam arti kata menghubungan perangkat jaringan yang berbeda, seperti :</p>
<ul>
<li>Switch to router  </li>
<li>Switch to PC atau server  </li>
<li>Hub to PC atau server</li>
</ul>
<h5><strong>Contoh Implementasi menggunakan Kabel Straight</strong></h5>
<p><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/straight-net.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="323" alt="straight-net" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/straight-net-thumb.jpg" width="470" border="0"/></a> </p>
<p><span id="more-604"></span></p>
<h5 align="justify">Kabel Pinout Straight-Trough</h5>
<p align="center"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="307" alt="T-568B_to_T-568_Straight" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/t-568b-to-t-568-straight.jpg" width="392" border="0"/></p>
<p align="justify">Dari gambar diatas, maka kita dapat melihat bagaimana susunan kabel untuk jenis straight. Tinggal anda susun kabel berdasarkan urutan warna pada gambar untuk konektor 1 dan 2.</p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/mengenal-straight-through-cable/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Sendiri Kabel Jaringan</title>
		<link>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/membuat-sendiri-kabel-jaringan/</link>
		<comments>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/membuat-sendiri-kabel-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 17:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OQ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Review & Reference]]></category>
		<category><![CDATA[Cable Stipper]]></category>
		<category><![CDATA[Crimping Tool]]></category>
		<category><![CDATA[Crossover Cable]]></category>
		<category><![CDATA[Straight-through]]></category>
		<category><![CDATA[UTP Cable]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/membuat-sendiri-kabel-jaringan/</guid>
		<description><![CDATA[ Bagi seorang teknisi jaringan, membuat kabel jaringan dengan menggunakan kabel UTP merupakan suatu hal yang wajib dikuasai. Apalagi kalo anda seorang Administrator Jaringan (Network Administrator). Pada zaman sekarang, jaringan bukan lagi hal yang tabu. Penggunaan kabel jaringan sudah sangat luas sekali, misalnya di Labor Sekolah, Warnet, Kantoran, bahkan juga dirumah pribadi.
Kenapa kita masih perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/cat5.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/cat5-thumb.jpg" border="0" alt="cat5" width="150" height="112" align="left" /></a> Bagi seorang teknisi jaringan, membuat kabel jaringan dengan menggunakan kabel UTP merupakan suatu hal yang wajib dikuasai. Apalagi kalo anda seorang Administrator Jaringan (Network Administrator). Pada zaman sekarang, jaringan bukan lagi hal yang tabu. Penggunaan kabel jaringan sudah sangat luas sekali, misalnya di Labor Sekolah, Warnet, Kantoran, bahkan juga dirumah pribadi.</p>
<p align="justify">Kenapa kita masih perlu mempelajari cara membuat kabel jaringan ini? Padahal teknologi nirkabel sudah nge-trend dikalangan masyarakat kita. Suatu hal itu tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Teknologi nirkabel memiliki kemampuan terbatas dalam melakukan maksimum transfer, yaitu sekitar 54 Mbps. Sedangkan menggunakan kabel sekitar 100 Mbps. Nah tentu saja menggunakan kabel jauh lebih cepat daripada nirkabel.</p>
<p><span id="more-600"></span></p>
<p align="justify">Sebenarnya membuat kabel jaringan bukanlah suatu hal yang sulit. Pada kali ini sebagai project akhir pekan anda, kita akan mempelajari bagaimana cara membuatnya. Mudah-mudahan andapun bisa menjadi teknisi jaringan yang handal <img src='http://pcguru.okihelfiska.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p align="justify">Persiapan yang harus dilakukan adalah menyiapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Yang kedua, kita harus tahu kabel tersebut digunakan untuk apa saja. Ketiga, kita harus mengetahui jenis-jenis kabel jaringan.</p>
<p align="justify">Kabel Jaringan terdiri atas 2 jenis yaitu <a href="http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/mengenal-straight-through-cable/"><em><strong>Straight-through Cable</strong></em></a> dan <em><strong><a title="Mengenal Crossover Cable" href="http://okihelfiska.wordpress.com/2008/10/17/mengenal-crossover-cable/">Crossover Cable</a></strong></em>. <em>Straight Cable</em> digunakan untuk menghubungkan beberapa client dengan menggunakan bantuan <strong>hub</strong> ataupun <strong>switch</strong>. Sedangkan <em><strong>Crossover Cable</strong></em>, dapat digunakan untuk menghubungkan <strong>2</strong> unit <strong>client</strong> secara langsung (PC to PC), ataupun menghubungkan <em>single</em> computer dengan router, atau secara umum adalah menghubungkan 2 unit device yang berbeda.</p>
<p align="justify"><strong>Alat dan Bahan</strong></p>
<p align="justify">Kita persiapkan bahan-bahan dan alat yang kita perlukan.</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/cat51.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/cat5-thumb1.jpg" border="0" alt="cat5" width="60" height="46" align="right" /></a> UTP Cable -</strong> Kabel yang akan kita gunakan untuk membuat kabel jaringan dengan jenis <strong>UTP</strong> (Unshielded Twistet Pair). Biasanya saya menggunakan Merk Belden made in USA ataupun Belkin. Harga sekarang berkisar Rp. 1.200.000 / box dengan panjang 300 Meter.</li>
<li><strong><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/connector-rj45.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/connector-rj45-thumb.jpg" border="0" alt="connector RJ45" width="60" height="45" align="right" /></a> Konektor RJ-45</strong> &#8211; RJ merupakan singkatan dari (<em>Registered Jack</em>). Merupakan konektor yang akan dipasangkan pada unjung kabel. Untuk kabel jaringan menggunakan tipe RJ45. Harga sekarang berkisar Rp. 70.000 / kotak dengan isi 100 buah.</li>
<li><strong><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/rj45-crimping-tool.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/rj45-crimping-tool-thumb.jpg" border="0" alt="RJ45-Crimping-Tool" width="60" height="49" align="right" /></a> Crimping Tool </strong>- Alat yang kita gunakan untuk memasang kabel jaringan. Peralatan ini memiliki multi fungsi, diantaranya bisa memotong kabel, membuka bungkus kabel (jacket) dan menjepit kepala konektor. Harga sekarang sekitar Rp. 75.000.</li>
<li><strong><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/cutter-utp.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/cutter-utp-thumb.jpg" border="0" alt="cutter-utp" width="50" height="52" align="right" /></a> Cable Stripper</strong> &#8211; Digunakan untuk memotong benang halus yang ada didalam kabel dan juga bisa digunakan untuk memotong jacket pelindung kabel. Biasanya include dengan Crimping Tool. Yang jual terpisah juga ada.</li>
<li><strong><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/cabletester.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/cabletester-thumb.jpg" border="0" alt="cabletester" width="50" height="45" align="right" /></a> Cable Tester</strong> &#8211; Digunakan untuk menguji hasil pemasangan kabel sudah benar atau belum. Harga sekitar Rp. 75.000. (belum termasuk baterai)</li>
</ol>
<p><strong>Cara Membuat</strong></p>
<p align="justify">Siapkan kabel UTP sepanjang yang kita ingin gunakan. Yang penting harus perhatikan aturan panjang kabel, yaitu minimal 1 meter dan maksimal 100 meter.  Jika lebih dari 100 meter, maka tingkat <strong>LOS</strong> (<em>Loss of Signal</em>) akan semakin tinggi.</p>
<p align="justify">Potonglah kulit luar dari kabel (jacket) kira-kira 1/2 inchi dari ujung kabel. Gunakanlah <strong>Cable Stipper</strong> untuk melakukan hal ini. Perhatikan Gambar dibawah ini. Pertama masukan ujung kabel pada bagian <strong>C</strong>, kemudian pindahkan kabel ke arah bagian <strong>A</strong> yang berfungsi untuk memotong kulit luar kabel. Setelah kabel pada posisinya, masukan jari kita ke bagian <strong>B</strong>, dan putarlah stripper sampai kulit kabel terpotong. Dlm melakukan hal ini kita harus berhati-hati, jika mengenai isi kabel didalam, maka akan terputus.</p>
<p align="justify"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/use-stipper.jpg" border="0" alt="use-stipper" width="470" height="201" /><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/use-stipper2.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/use-stipper2-thumb.jpg" border="0" alt="use-stipper2" width="470" height="358" /></a></p>
<p>Kemudian perhatikan gambar berikut ini.</p>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/eia-tia.jpg" border="0" alt="eia-tia" width="470" height="325" /></p>
<p align="justify">Setelah bagian luarnya kita potong, susunlah 8 kabel warna warni tersebut dengan standard yang sudah ditetapkan (standard EIA/TIA). Untuk membuat kabel <em><strong>Straight-through Cable</strong></em> kita tinggal menyusun kabel seperti gambar <strong>T568B</strong> untuk kedua ujungnya (<strong>T568B &#8211; T568B</strong>) dan untuk membuat <strong><em>Crossover Cable</em></strong>, susunlah kabel untuk ujung pertama dengan susunan pada gambar T568A dan ujung satunya lagi T568B (<strong>T568A &#8211; T568B</strong>)</p>
<p align="justify">Setelah tersusun dengan rapi dan sesuai dengan urutan warnanya, pastikan bahwa ujung-ujung kabel tersebut rata. Jika belum rata, potonglah dengan menggunakan Crimping Tool.</p>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/ratakan-kabel.jpg" border="0" alt="ratakan-kabel" width="260" height="212" /></p>
<p align="justify">Kemudian masukkan kabel-kabel yang sudah tersusun dgn rapi ke dalam konektor RJ-45. Tekan kabel-kabel tersebut sampai mentok ke ujung dari konektor kita. Amati kembali sebelum melangkah lebih jauh, jgn sampai ada kabel yang keluar dari jalur lempengan tembaga yang ada didalam konektor. (<strong>Catatan : Klip konektor harus menghadap kebawah</strong>).</p>
<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/clip.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/clip-thumb.jpg" border="0" alt="clip" width="260" height="200" /></a></p>
<p align="justify">Klip Konektor harus menghadap kebawah</p>
<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/rj45-2.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/rj45-2-thumb.jpg" border="0" alt="rj45_2" width="260" height="222" /></a></p>
<p align="justify">Pastikan kabel sudah mentok di ujung konektor</p>
<p align="justify">Kemudian, masukkanlah konektor RJ-45 pada <strong>Crimping Tool</strong> dan tekanlah gagang dari crimping tool dengan cukup kuat, agar pin tembaganya menjepit dengan erat kabel UTP. Lakukan hal yang sama pada ujung satu lagi.</p>
<p align="justify"><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/push-crimp.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/push-crimp-thumb.jpg" border="0" alt="push-crimp" width="260" height="140" /></a></p>
<p align="justify">Tahap terakhir adalah menguji hasil kerjaan kita dengan menggunakan network cable tester. Cara penggunaannya sangat mudah sekali, masukkan kedua ujung konektor pada masing &#8211; masing port untuk RJ-45 pada tester, kemudian hidupkan testernya, perhatikan kedua bagian lampu indikator yang berjumlah 8 lampu plus 1 lampu indikator untuk grounding. Jika semua lampu hidup secara berurutan pada kedua tester, berarti pembuatan untuk jenis kabel <em><strong>Straight-through</strong></em> telah berhasil. Untuk menguji kabel <strong><em>Crossover Cable</em></strong>, lihat kembali urutan pada gambar diatas.</p>
<p><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/use-tester.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/use-tester-thumb.jpg" border="0" alt="use-tester" width="260" height="113" /></a></p>
<p><strong>Hasil Pemasangan</strong></p>
<p><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/utp-good.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/utp-good-thumb.jpg" border="0" alt="utp-good" width="256" height="195" /></a></p>
<p>Hasil Pemasangan yang Benar</p>
<p><a href="http://pcguru.okihelfiska.net/wp-content/uploads/2008/10/utp-wrong.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://pcguru.okihelfiska.net/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/utp-wrong-thumb.jpg" border="0" alt="utp-wrong" width="256" height="195" /></a></p>
<p>Hasil Pemasangan yang Salah</p>
<p>Selesai.</p>
<span class="fdPrintIncludeParentsPreviousSiblings"></span><span class="fdPrintIncludeParentsChildren"></span>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pcguru.okihelfiska.net/2008/10/membuat-sendiri-kabel-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
